**Borneonews**, Palembang - Kepolisian Daerah Sumatera Selatan (Polda Sumsel) sedang melakukan penyelidikan terhadap insiden yang melibatkan ponton batu bara yang menabrak Jembatan Lalan di Musi Banyuasin. Kejadian tersebut dilaporkan terjadi pada tanggal 13 Agustus, di mana jembatan yang terletak di Desa Sukajadi P6, Kecamatan Lalan, roboh akibat tabrakan tersebut. Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Sunarto, menyatakan bahwa pihaknya sedang mendalami alasan di balik peristiwa yang terjadi sekitar pukul WIB itu.
Sejak malam kejadian, personel dari Polair dan Polsek Lalan telah berada di lokasi untuk menangani insiden tersebut. Sementara itu, Kasi Humas Polres Musi Banyuasin, Kompol Susianto, menginformasikan bahwa kapal tongkang yang terlibat dalam insiden tersebut tidak tenggelam. Namun, pihaknya telah melakukan pengamanan di area kejadian untuk melanjutkan investigasi lebih lanjut.
Di sisi lain, Kasat Lantas Polres Muba, AKP Pandri, menyatakan bahwa untuk memastikan kelancaran arus lalu lintas, pihaknya telah mengajukan permohonan perbaikan jembatan kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) setempat. Dalam keadaan saat ini, masyarakat diimbau untuk tidak melewati jembatan Lalan. Bagi warga yang memerlukan perjalanan, alternatif yang dapat diambil adalah melalui jalur perairan dengan menggunakan kapal kecil.
Terkait adanya informasi mengenai warga yang hilang saat sedang memancing di lokasi kejadian, Humas Kantor SAR Palembang, Tofan, menjelaskan bahwa tim gabungan saat ini sedang dalam perjalanan menuju lokasi untuk melakukan pencarian terhadap kemungkinan adanya korban. Meski demikian, ia menegaskan bahwa data yang lebih pasti mengenai korban belum dapat dipastikan saat ini. Apabila kami mendapatkan informasi terkait identitas korban dan hasil pencarian, kami akan segera merilis atau menyampaikan hal tersebut, ujarnya.
ANTARA
Penyebab Ponton Batu Bara Tabrak Jembatan Lalan Palembang
Bagikan:

Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
KAI Logistik Catat Batu Bara Dominasi Angkutan 90 Persen di 2024
Indikasi Penyimpangan Tambang Batu Bara, Kerugian Negara Rp488 Miliar
Diduga Tabrak Tumpukan Tanah di Badan Jalan, Seorang Pemuda di Kobar Alami Luka-luka
Pakar Sebut Harga Avtur Bukan Satu-satunya Penyebab Tiket Mahal
Tiga Faktor Penyebab Kecelakaan Tragis di Kuningan, 4 Meninggal
Rumah Pensiun Jokowi di Colomadu Belum Siap Huni, Ini Penyebabnya
Komentar (0)
Memuat komentar…







