**Borneonews - Batang**, Pemerintah Kabupaten Batang, yang terletak di Jawa Tengah, sedang melaksanakan upaya masif untuk memberikan edukasi mengenai etika politik kepada masyarakat. Langkah ini diambil sebagai bagian dari strategi untuk mencegah potensi kerawanan yang dapat muncul selama pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak yang dijadwalkan berlangsung pada tahun 2024.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Batang, Agung Wisnu Barata, menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan pemetaan terhadap sejumlah variabel yang dinilai dapat menimbulkan risiko dalam proses pemilihan. Pemetaan tersebut meliputi berbagai aspek krusial, seperti praktik *political money*, netralitas aparat, dan proses hitung ulang suara.
Menurut Wisnu Barata, pentingnya edukasi etika politik menjadi fokus utama dalam upaya mereka, dengan menegaskan bahwa etika merupakan landasan awal dari segala proses politik yang sehat. Ia berpendapat, apabila nilai-nilai etika dijunjung tinggi, maka pelaksanaan hukum akan berjalan secara efektif. Hal ini diharapkan dapat mengurangi praktik *political money* melalui program pendidikan yang ditujukan untuk semua kalangan, mulai dari siswa hingga masyarakat umum.
Wisnu menambahkan bahwa kegiatan edukasi ini harus dilakukan secara berkesinambungan dan melibatkan berbagai elemen, termasuk kepolisian dan Badan Pengawas Pemilu (*Bawaslu*). "Kami terus bersinergi dengan kepolisian dan *Bawaslu* dalam rangka melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Indeks kerawanan pemilu mencakup beberapa variabel yang perlu mendapatkan perhatian khusus, seperti praktik *political money* dan menjaga netralitas," ujarnya.
Demi mewujudkan proses Pilkada Serentak 2024 yang berlangsung aman serta demokratis, Agung Wisnu Barata menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus memantau dan mengedukasi masyarakat. "Kami berharap dengan fokus pada pendidikan dan etika politik, kita dapat menciptakan atmosfer pilkada yang lebih bersih dan berintegritas, sehingga masyarakat dapat memilih pemimpin mereka tanpa pengaruh dari praktik-praktik yang tidak sehat," ungkapnya.
ANTARA
Edukasi Etika Politik untuk Cegah Kerawanan Pilkada 2024
Bagikan:

SEMARANG –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
KPU Gumas: Debat Paslon Edukasi Politik Santun bagi Masyarakat
Disdik Kotim Gandeng Kejari Edukasi 101 Kepala Sekolah Cegah Korupsi
Wamendagri Minta Pemda jaga Stabilitas Politik-keamanan Selama Pilkada
ASN Diingatkan Pentingnya Jaga Nilai Etika Dasar Pemerintahan
MKEK IDI Paparkan Tantangan Etika Kedokteran dari Kemajuan Teknologi
Bawaslu Kalteng Petakan 25 Indikator Potensi Kerawanan TPS
Komentar (0)
Memuat komentar…







