**Borneonews - Jakarta**, Nilai tukar rupiah mengalami penurunan terhadap dolar Amerika Serikat pada akhir perdagangan di hari Selasa. Hal ini disebabkan oleh rilis data penjualan barang tahan lama di AS yang menunjukkan angka lebih baik dari yang diperkirakan.
Pada penutupan perdagangan, rupiah tercatat melemah sebesar 56 poin atau 0,37 persen, sehingga berada di angka Rp15.495 per dolar AS. Sebelumnya, nilai tukar ini tercatat pada posisi Rp15.439 per dolar AS.
Analis mata uang, Lukman Leong, menjelaskan bahwa melemahnya rupiah disebabkan oleh penguatan dolar AS yang terjadi setelah data penjualan barang tahan lama di AS dirilis lebih baik dari ekspektasi. Lukman juga menambahkan, untuk bulan Juli 2024, penjualan barang tahan lama di AS menunjukkan pertumbuhan sebesar 9 persen jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Angka ini lebih tinggi dari perkiraan pertumbuhan sebesar 5 persen dan kontraksi 6,9 persen yang tercatat sebelumnya.
Selain itu, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) yang dipublikasikan oleh Bank Indonesia pada hari Selasa juga menunjukkan penurunan, dengan nilai tukar tercatat pada level Rp15.509 per dolar AS, dibandingkan dengan angka sebelumnya yang mencapai Rp15.380 per dolar AS.
ANTARA
Rupiah Melemah Terhadap Dolar AS Akibat Data Penjualan Baik
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Stabilitas Nilai Tukar Rupiah Didukung Prospek Ekonomi Baik
Rupiah Merosot Menjelang Rilis Data Neraca Perdagangan Indonesia
Menkeu: Efek Kemenangan Trump ke Rupiah Lebih Baik dari Mata Uang Lain
MRT Jakarta Hentikan Penjualan Tiket Multi Trip, Dorong Digitalisasi
Peningkatan Jumlah Nasabah APERD di Kalteng Tidak Sejalan dengan Nilai Penjualan
Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Baru Dongkrak Penjualan Pigura Foto di Sampit
Komentar (0)
Memuat komentar…







