**Borneonews - Jakarta**, Kementerian Pertahanan Republik Indonesia telah menandatangani kontrak kerja sama dengan Republikorp Indonesia untuk pengadaan Rudal *Permukaan ke Permukaan* _Çakir_ dan Rudal *Pertahanan Udara* _Sungur_. Penandatanganan ini merupakan momen penting yang dilaksanakan dihadapan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan Haluk Görgün, Sekretaris Industri Pertahanan Turki.
Dalam siaran pers resmi yang dikeluarkan, Kepala Badan Sarana Pertahanan, Marsdya TNI Yusuf Jauhari, mewakili Kementerian Pertahanan dalam upacara tersebut. Kerja sama ini diharapkan dapat membantu penguatan industri pertahanan nasional, menjadikan Indonesia semakin mandiri dalam memenuhi kebutuhan alat pertahanan.
Melalui kemitraan ini, pemerintah berkomitmen tidak hanya membangun industri pertahanan yang mandiri tetapi juga memperkuat posisi Indonesia di kancah industri pertahanan global. Penandatanganan ini juga diikuti dengan kerangka kerja sama antara Republikorp dengan perusahaan-perusahaan internasional lainnya, termasuk ASELSAN dan ROKETSAN.
Norman Joesoef, sebagai pendiri Republikorp, menjelaskan bahwa perjanjian dengan ASELSAN bertujuan untuk memproduksi Sistem Senjata Kendali Jarak Jauh (*Remote Controlled Weapon System* _RCWS_), sementara kerja sama dengan ROKETSAN fokus pada pendirian fasilitas *Maintenance, Repair, and Overhaul* (_MRO_) serta produksi rudal _Çakir_, _ATMACA_, dan _HISAR_.
Republikorp menunjukkan rekam jejak yang baik dalam kerja sama peralatan militer dengan negara-negara besar. Dalam lima tahun terakhir, perusahaan ini telah menjalin kemitraan strategis dengan banyak perusahaan global, termasuk LIG Nex1 dari Korea Selatan untuk produksi dan transfer teknologi rudal, serta mitra dari Slovakia untuk pengembangan turret TURRA 30 dari EVPU.
Inisiatif kolaborasi ini semakin memperkuat kemampuan pertahanan militer Indonesia dan menegaskan komitmen Republikorp untuk diversifikasi teknologi pertahanan. Di Italia, Republikorp juga bekerja sama dengan Drass Galeazzi S.R.L. untuk merakit kapal selam mini dan otonom, serta dengan Fiocchi Munizioni S.p.A. dalam produksi amunisi.
Semua langkah tersebut adalah bagian dari strategi Republikorp menuju kemandirian dalam pasokan pertahanan dan memperkuat keterlibatan diplomasi. Tahun ini, Republikorp memulai era baru dengan kontribusinya pada sektor manufaktur pertahanan melalui pembangunan fasilitas di Subang.
Fasilitas yang sedang dibangun di Subang ini akan menjadi pusat inovasi dan keberlanjutan dalam pengembangan berbagai jenis senjata, amunisi, serta kendaraan taktis listrik modern. Fasilitas ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan TNI di masa depan.
Dengan dukungan dari kemitraan strategis dan investasi yang berkembang pesat, Indonesia sedang berada di jalur yang tepat untuk menjadi kekuatan pertahanan yang mandiri dan tangguh dalam kawasan.
ANTARA
Kementerian Pertahanan Tanda Tangani Kerja Sama Pengadaan Rudal
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Presiden dan PM Inggris Sepakati Peningkatan Kerja Sama Pertahanan
Dislutkan dan BPS Kalteng Tanda Tangani Nota Kesepahaman
Pemprov Kalteng Kuatkan Kolaborasi Unit Kerja Pengadaan Barang/Jasa
Menpan RB Selama 100 Hari Kerja Prioritaskan Penataan Kementerian Baru
Kerja Sama Perumda Tirta Yapono dan Pelindo Penuhi Kebutuhan Air
Kerja Sama Bisnis Indonesia-Korsel Capai Rp4,64 Triliun di TEI 2024
Komentar (0)
Memuat komentar…







