**Borneonews - Jakarta**, Badan Pusat Statistik (BPS) telah mengumumkan bahwa Indonesia mengalami deflasi sebesar 0,03 persen pada bulan Agustus 2024. Hal ini dibandingkan dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) pada bulan sebelumnya, yaitu Juli 2024.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, menyampaikan bahwa penurunan IHK dari angka 106,09 pada Juli menjadi 106,06 pada Agustus menunjukkan adanya deflasi bulanan sebesar 0,03 persen. Data ini menunjukkan pergeseran yang menarik dalam dinamika harga yang terjadi di Indonesia.
Dengan kondisi tersebut, inflasi tahunan tercatat mencapai 2,12 persen jika dilihat dari aspek *year-on-year* (yoy), sementara inflasi untuk tahun kalender berada di angka 0,87 persen berdasarkan perhitungan *year-to-date* (ytd). Angka-angka ini memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai kestabilan ekonomi serta pengaruhnya terhadap daya beli masyarakat.
Melalui informasi ini, dapat dilihat bahwa meskipun terdapat deflasi dalam periode yang sangat spesifik, tren inflasi tahunan tetap menunjukkan angka positif. Hal ini tentunya menjadi perhatian penting bagi para pelaku ekonomi dan kebijakan pemerintah dalam menjaga kestabilan harga serta kesejahteraan publik.
ANTARA
Indonesia Alami Deflasi 0,03 Persen di Agustus 2024
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Kalteng Alami Inflasi 1,03 Persen di Oktober 2024, Sukamara Alami Inflasi Tertinggi
Kepala BPS Ungkapkan Volume Arus Barang Kalteng Alami Penurunan 6,99 Persen
KBRI Yakin Transaksi Indonesia di SIAL Paris Naik 20 Persen
Survei Indikator: 85 Persen Yakin Prabowo Pimpin Indonesia Lebih Baik
Deflasi Disumbang Kelompok Perumahan, Air, Listrik, dan Bahan Bakar Rumah Tangga
Kadin Indonesia Menyuarakan agar PPN 12 Persen Ditunda
Komentar (0)
Memuat komentar…







