**Borneonews - Lombok Barat**, Kepolisian Resor Lombok Barat, yang terletak di Nusa Tenggara Barat, telah berhasil mengidentifikasi warga negara asing asal China yang diduga terlibat dalam aktivitas pertambangan ilegal di wilayah Sekotong.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Lombok Barat, Ajun Komisaris Polisi Abisatya Darma Wiryatmaja, mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya sedang melakukan penyelidikan lebih mendalam terkait keberadaan 15 orang WNA dari China tersebut.
"Identitas ini perlu kami verifikasi untuk memastikan kebenarannya, termasuk kesesuaian antara nama dan orangnya. Kami belum menemukan mereka, tetapi sedang berupaya mencari tahu posisi terkini mereka," ujar Abisatya saat konferensi pers di Lombok Barat.
Dalam proses pencarian, Polres Lombok Barat aktif berkoordinasi dengan pihak Imigrasi untuk mendapatkan informasi lebih lanjut berdasarkan identitas yang telah diperoleh.
"Identitas yang ada saat ini sedang kami konfirmasi dengan Imigrasi, dan kami akan terus melakukan koordinasi agar mendapatkan informasi akurat," tambahnya.
Abisatya juga menjelaskan bahwa kasus pertambangan ilegal di kawasan tambang emas rakyat Sekotong merupakan kelanjutan dari penyelidikan terkait aksi pembakaran kamp tambang yang diduga dikelola oleh WNA tersebut.
Dia menegaskan bahwa penanganan kasus ini telah memasuki tahap penyidikan, seiring dengan pengumpulan alat bukti yang menunjukkan adanya pelanggaran hukum terkait *illegal mining* di area tersebut.
"Status kasus *illegal mining* di Sekotong sudah kami tingkatkan ke tahap penyidikan. Kami memiliki cukup bukti mengenai tindak pidana yang terjadi," jelas Abisatya.
Dalam proses penanganan ini, pihak kepolisian telah melakukan penyitaan terhadap beberapa barang bukti, termasuk dua unit truk angkut, satu ekskavator, serta bahan kimia berbahaya jenis karbon dan sianida. Selain itu, mereka juga menyita sepuluh unit besi berbentuk silinder ukuran besar.
"Semua barang bukti tersebut saat ini masih diamankan di Polres Lombok Barat," tutup Abisatya.
ANTARA
Identitas WNA China Terlibat Pertambangan Ilegal di Lombok Barat
Bagikan:

MATARAM –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Imigrasi Ngurah Rai Bali Tangkap Tujuh WNA Diduga Terlibat Prostitusi
Pengusaha Tiongkok Bantah Jual Mutiara Impor Ilegal di Lombok
Pria 72 Tahun di Lombok Barat Cabuli Anak SD Usai Mengaji
Presiden Jokowi Hadiri Puncak HUT ke-79 Pertambangan dan Energi
Festival Kebudayaan Yogyakarta 2024, Memperkuat Identitas Budaya
Pertumbuhan Ekonomi Kalteng Didukung oleh Sektor Pertambangan dan Akomodasi
Komentar (0)
Memuat komentar…







