**Borneonews - Tangerang**, Maskapai penerbangan Citilink Indonesia telah mengambil langkah proaktif dengan melakukan sterilisasi menyeluruh terhadap seluruh armada pesawatnya. Hal ini dilakukan sebagai bagian dari antisipasi terhadap kemungkinan penyebaran penyakit cacar monyet atau *Monkey Pox* (MPox).
Menurut Direktur Utama PT Citilink Indonesia, Dewa Kadek Rai, setiap pesawat dioperasikan dengan rutin melalui pemeriksaan mendetail, termasuk penyemprotan disinfektan. Prosedur ini bertujuan untuk memastikan bahwa tidak ada penumpang yang terinfeksi MPox berpotensi menyebarkan virus di dalam pesawat. Ia menekankan bahwa langkah-langkah pencegahan akan terus dilaksanakan secara berkala demi memberikan kenyamanan dan keamanan bagi para penumpang.
Dewa juga menjelaskan bahwa prosedur sterilisasi melibatkan penggunaan cairan disinfeksi yang sesuai dengan standar operasional dan prosedur yang ditetapkan. Selain itu, maskapai ini telah menerapkan sejumlah inisiatif pencegahan virus MPox lainnya, termasuk pemanfaatan filter HEPA (*High Efficiency Particulate Arrestors*) di seluruh armada, yang berfungsi untuk menyaring debu dan kontaminan dalam sirkulasi udara pesawat.
Sebagai tindakan pencegahan lebih lanjut, calon penumpang yang melakukan perjalanan dari negara-negara seperti Singapura, Kuala Lumpur, dan Penang diwajibkan untuk mengisi formulir swadeklarasi elektronik melalui aplikasi SatuSehat health pass sebelum tiba di Tanah Air. Dengan cara ini, penumpang diharapkan dapat mempersiapkan dokumen yang diperlukan sehingga proses kedatangan di Indonesia dapat berjalan lebih lancar dan efisien.
Sementara itu, PT Angkasa Pura II (Persero) yang mengelola Bandara Internasional Soekarno-Hatta di Tangerang, Banten, juga telah menerapkan berbagai protokol kesehatan guna mencegah adanya virus yang menular. Salah satu langkah yang dilakukan adalah pemasangan alat deteksi suhu tubuh atau thermal scanner yang berfungsi untuk mengidentifikasi potensi penyebaran virus.
M. Holik Muardi selaku Senior Manager of Branch Communication & Legal Bandara Soekarno-Hatta menyatakan bahwa pemasangan thermal scanner ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kesiapan bandara dalam menghadapi kemungkinan munculnya virus MPox. "Kami berkolaborasi dengan Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) serta berbagai pihak terkait lainnya untuk memastikan setiap penumpang yang memasuki Indonesia menjalani proses penyaringan yang menyeluruh dan sesuai protokol kesehatan," jelasnya.
Dalam rangka menjaga kesehatan dan keselamatan para penumpang serta personel bandara, langkah-langkah pencegahan telah diperkuat dengan fokus pada deteksi dini, penanganan yang tepat, serta penyediaan fasilitas yang memadai. Bandara Soekarno-Hatta berkomitmen untuk melakukan berbagai langkah kolaboratif bersama lembaga terkait untuk mendeteksi dan menangani setiap potensi kasus MPox dengan cepat dan akurat.
Apabila terdeteksi adanya penumpang yang diduga terinfeksi MPox di area kedatangan internasional, langkah cepat akan diambil dengan memisahkan penumpang tersebut dari penumpang lainnya. Mereka yang diduga menunjukkan gejala akan segera diarahkan ke ruang isolasi yang telah disiapkan khusus di bandara. Di ruang isolasi tersebut, penumpang yang bersangkutan akan mendapatkan pemeriksaan medis lanjutan oleh tim kesehatan yang selalu siap siaga selama 24 jam. Jika hasil pemeriksaan menunjukkan adanya gejala yang sesuai dengan infeksi MPox, penanganan medis akan dilakukan sesuai prosedur yang berlaku.
ANTARA
Citilink dan Bandara Soekarno-Hatta Cegah Penyebaran MPox
Bagikan:

BANTEN –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Upaya Dinkes Bengkulu Cegah Penyebaran DBD di Masyarakat
Soekarno, Mempertahankan Kedaulatan Budaya Melalui Lenso
Dinkes OKU Lakukan Pelacakan Kasus TBC untuk Kendalikan Penyebaran
Penyebaran Virus Jembrana Mengakibatkan 428 Sapi Mati di Bombana
Waspada Penyebaran DBD di Lebak, 2.589 Kasus Terjadi 8 Meninggal
WHO Setujui Uji Diagnostik Mpox Pertama untuk Penggunaan Darurat
Komentar (0)
Memuat komentar…







