**Borneonews - Jakarta**, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan bahwa alokasi anggaran untuk subsidi energi dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2025 mengalami penurunan. Anggaran tersebut berkurang dari Rp204,5 triliun menjadi Rp203,4 triliun.
Penurunan ini disebabkan oleh perubahan asumsi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Sebelumnya, nilai tukar diasumsikan pada level Rp16.100, namun kini diperkirakan akan turun menjadi Rp16.000 per dolar AS.
Perubahan asumsi ini menandakan adanya pergeseran dalam kebijakan fiskal yang diambil pemerintah. Hal ini menjadi perhatian penting, terutama dalam konteks pengelolaan subsidi energi di masa depan. Dengan adanya penyesuaian terhadap kurs valuta, pemerintah perlu lebih bijaksana dalam merencanakan anggaran agar memastikan stabilitas ekonomi tetap terjaga.
Sebagaimana diketahui, subsidi energi merupakan salah satu komponen vital dalam mendukung ekonomi nasional, yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat. Makanya, langkah-langkah strategis perlu dilakukan agar subsidi ini tetap maksimal meskipun terdapat penyesuaian anggaran.
ANTARA
Subsidi Energi Turun di RAPBN 2025, Pengaruh Asumsi Kurs Rupiah
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Rupiah Melemah ke Rp15.610, Pengaruh Dinamika Pasar Valuta
Rupiah Turun 4 Poin Menjadi Rp15.210 per Dolar AS di Jakarta
Rupiah Turun Dipicu Ketegangan Timur Tengah dan Aksi Safe Haven
OKI Diminta Maksimalkan Pengaruh untuk Dukung Palestina
Pengaruh Hari Raya Galungan Terhadap Nilai Tukar Petani Bali
Pengaruh Canang Sari Terhadap Inflasi Bali pada September 2024
Komentar (0)
Memuat komentar…







