**Borneonews - Semarang**, Keluarga dari almarhumah AR, seorang mahasiswi Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesi Universitas Diponegoro, telah melaporkan dugaan kasus perundungan yang dialami putri mereka ke Kepolisian Daerah Jawa Tengah. Laporan tersebut diajukan sebagai respons atas dugaan perilaku negatif yang dilakukan oleh sejumlah senior terhadap korban.
Kuasa hukum yang mewakili keluarga almarhumah, Misyal Achmad, menyatakan usai pengajuan laporan di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Jawa Tengah pada Rabu malam, bahwa korban AR diduga mengalami berbagai bentuk perundungan, termasuk pengancaman, intimidasi, dan pemerasan.
Saya sudah menyerahkan semua bukti yang ada kepada pihak kepolisian untuk diproses lebih lanjut. Namun, untuk saat ini, saya belum dapat mengungkapkan nama-nama pihak yang dilaporkan dalam kasus ini, ujarnya.
Misyak menyoroti dugaan adanya pembiaran terhadap insiden perundungan yang menimpa AR. Ia berharap pihak kepolisian dapat mengusut tuntas kejadian ini dan menjadikannya sebagai langkah awal untuk menangani kasus serupa yang mungkin telah terjadi di lingkungan pendidikan tersebut.
Proses penyelidikan harus dilakukan secara menyeluruh dan harus dikawal hingga tuntas, tegasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Humas Polda Jawa Tengah, Komisaris Besar Polisi Artanto, mengkonfirmasi bahwa laporan mengenai dugaan perundungan terhadap AR memang telah diterima. Saat ini, laporan tersebut sedang dalam tahap pengolahan lebih lanjut.
Sebelumnya, AR, yang merupakan mahasiswi aktif di Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro, ditemukan tewas di kosnya yang terletak di Jalan Lempongsari, Kota Semarang, pada hari Senin, 12 Agustus. Kematian yang diduga akibat bunuh diri ini dilaporkan berkaitan dengan perundungan di lingkungan pendidikan tempat korban menempuh studi.
ANTARA
Keluarga Mahasiswi PPDS Lapor Dugaan Perundungan ke Polisi
Bagikan:

SEMARANG –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
IDI Tekankan Perlunya SOP dan Satgas untuk Cegah Perundungan di PPDS
Dugaan Penganiayaan Siswa di Jakarta Berujung Koma, Polisi Terjun
Polisi Masih Selidiki Dugaan Pembunuhan Ibu dan Anak di Seruyan
PPDS Anestesi Universitas Diponegoro Segera Dibuka Kembali
Penyelidikan Motif Tragis Mahasiswi Untar yang Melompat dari Gedung
Catatan Mandarin Mahasiswi Untar Ternyata Hanya Lirik Lagu
Komentar (0)
Memuat komentar…







