**Borneonews - Bandarlampung**, Program-program yang dirancang untuk meningkatkan sanitasi dan menyediakan hunian yang layak harus difokuskan pada keluarga-keluarga yang berada dalam risiko stunting. Hal ini disampaikan oleh Sudibyo Alimoeso, Ketua Asosiasi Praktisi dan Ahli Demografi Indonesia (IPADI).
Menurut Alimoeso, sanitasi yang baik, rumah yang layak huni, dan lingkungan yang sehat memiliki dampak signifikan terhadap kesehatan keluarga serta upaya pencegahan stunting. Dalam penjelasannya, ia menegaskan bahwa kondisi sanitasi yang tidak memadai, baik itu berkaitan dengan tersedianya fasilitas sanitasi maupun kondisi rumah itu sendiri, dapat memengaruhi kualitas hidup keluarga secara keseluruhan.
Sanitasi yang buruk dapat meningkatkan risiko munculnya berbagai penyakit menular, yang pada gilirannya dapat menghambat penyerapan nutrisi pada anak-anak. Kondisi ini membuat mereka rentan mengalami stunting selama masa pertumbuhan. Oleh karena itu, Alimoeso menekankan bahwa program-program perbaikan sanitasi, termasuk pembangunan toilet dan rumah layak huni, harus diperuntukkan khusus bagi keluarga yang berisiko stunting.
Ia juga berharap agar para penerima manfaat program ini tidak terlewatkan, sehingga mereka yang benar-benar rentan dapat dijangkau. Berdasarkan data dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), jumlah rumah tangga yang berisiko stunting secara nasional telah menurun dari 12 juta menjadi delapan juta.
Meskipun ada penurunan ini, Alimoeso mengingatkan bahwa masih ada rumah tangga yang menghadapi risiko stunting, sementara beberapa di lainnya telah berhasil keluar dari risiko tersebut berkat berbagai upaya intervensi yang dilakukan.
Selama beberapa tahun terakhir, BKKBN telah bekerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dalam melaksanakan program-program tersebut. Dalam konteks program sanitasi dan perumahan, BKKBN akan memberikan data mengenai keluarga-keluarga yang berisiko stunting, sementara Kementerian PUPR akan bertanggung jawab dalam membangun fasilitas sanitasi yang baik serta rumah yang layak untuk mereka.
Melalui program perbaikan sanitasi yang berbasis data tersebut, Alimoeso berharap dapat memberikan dukungan yang optimal dalam pencegahan stunting bagi keluarga yang berisiko.
ANTARA
Program Sanitasi dan Perumahan Terapkan Fokus pada Keluarga Berisiko Stunting
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Rapat Evaluasi PPSP Kalimantan Tengah Fokus pada Sanitasi Berkelanjutan
Peningkatan Sanitasi Tekan Stunting di Kalteng
Keluarga Berperan Penting dalam Upaya Percepatan Penurunan Stunting
Pokja PPSP Kalteng Fokus Evaluasi dan Program Pendampingan 2025
Ini Sejumlah Fokus Program Dijalankan Disdik Kapuas Tahun 2025
Tito: Ada Program Stunting Rp10 Miliar Tapi Sampai ke Rakyat Rp2 Miliar
Komentar (0)
Memuat komentar…







