BORNEONEWS, Palangka Raya – Tarif listrik tercatat sebagai penyumbang terbesar terhadap inflasi bulanan di Kalimantan Tengah pada Maret 2025, dengan andil sebesar 1,30 persen.
Data dari BPS Provinsi Kalimantan Tengah menunjukkan bahwa tarif listrik menjadi faktor dominan di empat kabupaten/kota yang masuk dalam penghitungan Indeks Harga Konsumen (IHK).
Kepala BPS Kalteng Agnes Widiastuti mengungkapkan bahwa inflasi juga terjadi di kota/kabupaten lainnya, seperti Sukamara yang mencatatkan angka tertinggi sebesar 2,07 persen.
“Inflasi month-to-month di Sampit tercatat sebesar 1,77 persen, Kabupaten Kapuas sebesar 1,59 persen, Kabupaten Sukamara sebesar 2,07 persen, dan Kota Palangka Raya sebesar 1,69 persen,” kata Agnes di Palangka Raya, Selasa, 8 April 2025.
Agnes menyebut, permintaan yang tinggi terhadap bumbu-bumbuan juga turut mendorong inflasi, terutama karena banyaknya pedagang musiman saat Ramadan.
“Selain itu emas dan perhiasan juga mengalami kenaikaan harga dikarenakan harga emas dunia yang masih terus meningkat,” tukasnya. (HERMAWAN DP/R)
Tarif Listrik Jadi Penyumbang Utama Inflasi di Kalimantan Tengah
Bagikan:

Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Tarif Pulsa Jadi Penyumbang Inflasi Mei 2025 di Palangka Raya
Normalisasi Tarif Listrik dan Lonjakan Harga Emas Dorong Inflasi April 2025 di Kalteng
Normalisasi Tarif Listrik Picu Inflasi April 2025
Cabai Rawit Penyumbang Inflasi di Palangka Raya, Ini Saran Anggota DPRD
BI Kalteng: Cuaca Buruk Sebabkan Ikan Gabus Masuk Penyumbang Inflasi
Kue Kering Berminyak Masuk Tiga Besar Penyumbang Inflasi Palangka Raya Mei 2025
Komentar (0)
Memuat komentar…







