BORNEONEWS, Pangkalan Bun – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) tahun ini semakin gencar mendorong pembentukan bank sampah hingga ke tingkat Rukun Tetangga (RT).
Upaya tersebut dilakukan melalui sosialisasi gerakan pilah sampah yang kini mulai merambah ke desa-desa.
Kepala DLH Kobar Fitriyana melalui Kepala Bidang Pengelolaan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup, Nurliani, mengatakan gerakan ini bertujuan mengurangi timbulan sampah rumah tangga agar tidak semuanya berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
“Bayangkan saja total timbulan sampah di Kobar dari enam kecamatan mencapai 51.608,18 ton per tahun. Sementara per harinya mencapai 141,39 ton. Jika kita tidak memulai pemilahan, maka sampah akan menjadi permasalahan tanpa solusi. Karena itu, kami terus melakukan sosialisasi bahwa sampah memiliki nilai ekonomi,” ujar Nurliani, Rabu, 3 September 2025.
Ia merinci, dari total sampah tersebut, komposisi terbesar berasal dari sampah organik atau sisa makanan, yakni 55% atau sekitar 28.385,05 ton per tahun. Disusul sampah plastik dan kardus 22% (11.354,02 ton per tahun), kaca atau logam 7% (3.612,64 ton per tahun), kayu atau ranting 5% (2.580,45 ton per tahun), serta sampah residu 11% (5.677,01 ton per tahun).
“Dari total sampah yang mencapai 141,39 ton per hari, sampah yang dibuang ke TPA sekitar 97,5 ton per hari. Sedangkan yang berakhir di lingkungan mencapai 29,1 ton per hari. Masih banyak sampah yang tidak terkelola dengan baik, sehingga berdampak buruk bagi lingkungan. Karena itu, kami berkomitmen menggerakkan pilah sampah,” jelasnya.
Menurut Nurliani, kegiatan pilah sampah dilakukan dengan memisahkan berdasarkan jenisnya. Tujuannya agar pengelolaan menjadi lebih mudah, mendukung daur ulang, mengurangi volume sampah yang masuk ke TPA, serta mencegah pencemaran lingkungan.
Sebagai contoh keberhasilan, ia menuturkan Desa Natai Baru baru-baru ini telah berhasil melakukan pemilahan sampah anorganik setelah dilakukan sosialisasi sebulan lalu.
“Kepala Desa Natai Baru langsung bergerak bersama warga melakukan pemilahan sampah rumah tangga. Bagi kami, ini hal luar biasa dan bisa menjadi motivasi bagi desa-desa lain. Selain menjaga lingkungan, pemilahan sampah juga bisa menambah pendapatan warga,” pungkasnya. (DANANG/H)
DLH Kobar Gencar Bentuk Bank Sampah, Gerakan Pilah Sampah Merambah hingga Desa
Bagikan:

Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
TP PKK Luncurkan Program Donasi Uang Koin dan Penguatan Gerakan Pilah Sampah
Dinkes Kobar Perkuat Layanan Kesehatan Desa Lewat Gerakan Posyandu Aktif
DLH Barito Timur Investigasi Tumpukan Sampah yang Viral di Kawasan PT BNJM
DLH Kotim: 10 Unit Sarpras dari Pemprov Kalteng Bantu Penanganan Sampah
Komisi II DPRD Kotim Sidak Depo Sampah SMPN 3 Sampit, Cek Klaim DLH Soal Aroma yang Berkurang
DLH Kotim Perbaiki Sistem Pengangkutan untuk Tingkatkan Efektivitas Pengelolaan Sampah
Komentar (0)
Memuat komentar…







