BORNEONEWS, Palangka Raya - Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin mengungkapkan capaian signifikan dalam sektor kebersihan lingkungan di wilayahnya meskipun belum mencapai 100 persen.
"Saat ini, jumlah sampah yang belum terkelola di Kota Cantik tercatat hanya berkisar 1,9 persen. Pemerintah daerah masih harus berhadapan dengan karakteristik geografis wilayah kita yang unik ini," katanya, Senin, 2 Februari 2026.
Pemerintah menyadari bahwa statusnya sebagai salah satu kota dengan wilayah terluas di Indonesia membawa konsekuensi logis pada sistem pelayanan publik.
Dengan luas wilayah yang mencapai ribuan kilometer persegi, jangkauan armada kebersihan menjadi faktor krusial. Tantangan utama bukan sekadar volume sampah, melainkan aksesibilitas ke seluruh titik pemukiman.
"Meskipun kepadatan penduduk tidak merata dan cenderung terpusat di beberapa titik, kami komitmen untuk tidak bersikap pilih kasih. Pelayanan kebersihan wajib menjangkau hingga ke seluruh pelosok kota, termasuk wilayah yang jauh dari pusat kota," ujarnya.
Ia mengatakan untuk mendukung misi tersebut, penguatan sarana dan prasarana (sarpras) menjadi agenda prioritas.
Penambahan armada pengangkut, optimalisasi Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) dan penyediaan tong sampah di titik-titik strategis terus dilakukan.
Langkah ini diambil agar jeda waktu antara produksi sampah rumah tangga dan pengangkutan ke tempat pembuangan akhir dapat diminimalisir. (HENDRI/R)
Pengelolaan Sampah di Palangka Raya Belum 100 Persen
Bagikan:

Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
BKAD Palangka Raya Optimalkan Pengelolaan Aset untuk Kepentingan Publik
KLH Siapkan Sanksi Bagi Daerah yang Abaikan Pengelolaan Sampah
Pemko Palangka Raya Kelola Sampah Jadi Pilar Ekonomi Mandiri
DLH Palangka Raya Dorong Ekonomi Kreatif Melalui Bank Sampah
DLH Palangka Raya Perketat Pengawasan Pengelolaan Limbah di Tempat Pelayanan Pemenuhan Gizi
BKAD Palangka Raya Terima Kunjungan BPKAD Barito Kuala Bahas Pengelolaan Aset Daerah
Komentar (0)
Memuat komentar…







