BORNEONEWS, Palangka Raya – Plt. Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Leonard S. Ampung menekankan pentingnya penguatan sinergi antar-Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dalam menghadapi tantangan inflasi yang semakin dinamis.
Penegasan tersebut disampaikan Leonard saat membuka Sosialisasi dan Rapat Asistensi Penyusunan Pelaporan Kinerja TPID se-Kalimantan Tengah.
Leonard menyebutkan bahwa tantangan pengendalian inflasi ke depan dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari fluktuasi harga komoditas global, perubahan iklim, hingga dinamika geopolitik.
“Sinergi yang kuat antar-TPID di seluruh wilayah Kalimantan Tengah menjadi kunci agar strategi pengendalian inflasi dapat berjalan efektif dan adaptif,” ujar Leonard di Palangka Raya, seperti dikutip Borneonews pada Rabu, 4 Februari 2026.
Ia menilai sektor pangan, transportasi, dan energi merupakan sektor utama yang membutuhkan perhatian serius serta kolaborasi lintas sektor dalam pengendalian inflasi daerah.
Menurut Leonard, kualitas laporan kinerja TPID yang baik akan mendukung evaluasi kebijakan dan memperkuat langkah pengendalian inflasi di Kalimantan Tengah. (HERMAWAN DP/j)
Sinergi Antar-TPID Penting Hadapi Tantangan Inflasi di Kalteng
Bagikan:

Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
BNNK Kotim Hadapi Tantangan dalam Pemberantasan Narkoba, Perkuat Kolaborasi dengan Berbagai Pihak
Kobar Hadapi Tantangan Fiskal di Tengah Tekanan Program Nasional
Rakor Inflasi 2026 Tekankan Penguatan Kerja Sama Antar Daerah
BPS Ungkap Tantangan Pendataan Sensus Ekonomi 2026 di Kalteng
Kondisi Geopolitik Global Hingga Penurunan Harga Cabai Pengaruhi Inflasi Kalteng Bulan April
Kalteng Alami Inflasi Bulanan Mencapai 0,41 Persen pada April 2026
Komentar (0)
Memuat komentar…







