BORNEONEWS, Palangka Raya – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah membentuk Tim Reaksi Cepat (TRC) Penanggulangan Bencana Multisektor untuk mempercepat pelayanan dan respons terpadu saat keadaan darurat bencana.
Keberadaan tim tersebut disampaikan Kepala Pelaksana BPB-PK Provinsi Kalimantan Tengah Ahmad Toyib saat membuka Bimbingan Teknis Pengembangan Kapasitas TRC Penanggulangan Bencana Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2026 yang berfokus pada manajemen pengungsi.
Menurut Ahmad Toyib, TRC Penanggulangan Bencana Multisektor dibentuk berdasarkan Keputusan Gubernur Kalimantan Tengah Nomor 188.44/167/2024.
Toyib menekankan koordinasi penanganan dampak bencana termasuk di dalamnya urusan pengungsian harus dilakukan secara terpadu, cepat, dan terintegrasi.
“Pengelolaan pengungsian adalah salah satu klaster paling krusial sekaligus kompleks dalam fase tanggap darurat,” kata Ahmad Toyib seperti dikutip Borneonews pada Jumat, 12 Juni 2026.
Ia menjelaskan pengelolaan pengungsian menjadi bagian penting dalam penanganan dampak bencana karena mencakup berbagai kebutuhan dasar masyarakat terdampak selama masa tanggap darurat.
Melalui kegiatan bimtek tersebut, anggota TRC Penanggulangan Bencana Provinsi Kalimantan Tengah diharapkan dapat terus memperkuat sinergi interdisipliner serta menguasai teknik kaji cepat kebutuhan pengungsi. (HERMAWAN DP/y)
Pemprov Kalteng Andalkan TRC Multisektor Percepat Respons Bencana
Bagikan:

Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Hilyatul Asfia: Karhutla Kalteng Bukan Bencana Baru, Pemerintah Harus Belajar dari Sejarah
Krisis Air Bersih, 2 Desa di Mentawa Baru Ketapang Andalkan Bantuan Suplai Air
Menhut: Pemerintah Andalkan Operasi Darat Tangani Karhutla Gambut
Amellya Nur Sifa Bidik Emas BMX Asian Games 2026, Andalkan Pengalaman di Trek Nagoya
Karhutla di Kobar Terus Meluas, Pemprov Kalteng Upayakan Helikopter Water Bombing
Pemprov Kalteng Dukung Penataan Jadwal Kegiatan DPRD
Komentar (0)
Memuat komentar…







