BORNEONEWS, Palangka Raya - Kondisi kemarau masih menjadi tantangan dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah.
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Kalimantan Tengah Ahmad Toyib mengatakan berdasarkan data BMKG, indeks El Nino berada pada angka 2,99 dan puncak kekeringan diperkirakan masih berlangsung hingga akhir September.
“Puncak kekeringan diperkirakan masih berlangsung hingga akhir September, dengan curah hujan diharapkan mulai meningkat pada Oktober,” sebut Ahmad Toyib dalam keterangannya seperti dikutip borneonews pada Senin, 31 Agustus 2026.
Menurutnya kondisi lahan yang kering membuat api lebih cepat menyebar dan berpotensi menghasilkan kabut asap tebal.
Dampak kondisi tersebut juga dapat menurunkan jarak pandang hingga 300–500 meter. Ahmad menegaskan operasi pemadaman udara perlu diikuti penanganan di darat agar titik api yang sudah ditekan dari udara dapat segera ditangani sampai benar-benar padam.
Selain empat helikopter water bombing, Satgas Udara BPBD Provinsi Kalimantan Tengah mengoperasikan dua helikopter patroli, satu helikopter untuk Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), serta satu pesawat Casa 212 untuk mendukung pelaksanaan OMC. (HERMAWAN DP/R)
Puncak Kekeringan Kalteng Diperkirakan hingga Akhir September, Karhutla Masih Berisiko
Bagikan:

Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Pemkab Kotim akan Evaluasi Status Tanggap Darurat Karhutla dan Kekeringan
OJK Kalteng Perluas Akses Keuangan hingga Wilayah 3T Lewat Puncak BIK 2026
Kalteng Perlu Waspada Kekeringan hingga Awal 2027, BNPB Siapkan Mitigasi El Nino
Hujan Diperkirakan Merata di Seluruh Kecamatan Kotim
ISPA pada Hewan Minim Terdata, Paparan Kabut Asap Berisiko Tak Terdeteksi
PSG Hantam Barcelona 4-2, Tetap Kokoh di Puncak Liga Champions
Komentar (0)
Memuat komentar…







