BORNEONEWS, Palangka Raya - Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah memastikan data perkembangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus diperbarui berdasarkan laporan dari masing-masing daerah.
Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran mengatakan informasi mengenai perkembangan karhutla yang disampaikan pemerintah bersumber dari laporan daerah melalui Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops).
“Data ini kita update berdasarkan laporan dari masing-masing daerah melalui Pusdalops kita,” terang Agustiar Sabran dalam keterangnnya seperti dikutip borneonews pada Selasa, 1 September 2026.
Pembaruan data tersebut disampaikan dalam konferensi pers penanganan karhutla di Media Center Posko Pusat Karhutla, halaman Istana Isen Mulang, Palangka Raya.
Saat ini Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menetapkan status tanggap darurat karhutla terhitung mulai 31 Agustus hingga 29 September 2026.
Status tersebut dilakukan sebagai langkah percepatan penanganan menyusul meningkatnya potensi dan dampak karhutla di sejumlah wilayah.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus melakukan koordinasi bersama pemerintah kabupaten/kota, TNI, Polri, BNPB, BPBD, serta unsur terkait dalam penanganan karhutla. (HERMAWAN DP/y)
Agustiar Tegaskan Data Karhutla Kalteng Terus Diperbarui melalui Pusdalops
Bagikan:

Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Agustiar Sabran Ajak Tokoh Lintas Agama Perkuat Persatuan Hadapi Karhutla
Fairid Tekankan Pentingnya Penyamaan Data Karhutla Perkuat Koordinasi Pusat dan Daerah
Karhutla hingga El Nino Jadi Tantangan Pengendalian Inflasi Kalteng
Kemenhut Beri Sanksi 32 Perusahaan Terkait Karhutla, 7 di Kalteng
Luas Geografis dan Gambut Tantangan Penanganan Karhutla Kalteng
Hotspot Kalteng Naik ke 15.895 Titik, Kejadian dan Luas Karhutla Harian Turun
Komentar (0)
Memuat komentar…







