BORNEONEWS, Puruk Cahu - Jumlah angkutan armada sungai di Sungai Barito ternyata tidak sebanding dengan jumlah penumpang yang menggunakan jasa transportasi tersebut. Bahkan sekarang, jumlahnya semakin sedikit dibandingkan beberapa tahun lalu.
Akibat banyaknya jumlah armada angkutan sungai ini, sekarang telah diberlakukan trayek angkutan sungai secara bergiliran. Untuk mendapatkan sekali giliran, mereka harus menunggu waktu 10 hari untuk bisa ambil bagian mencari penumpang untuk jurusan Puruk Cahu-Muara Teweh.
"Dengan jumlah armada yang banyak serta ditambah lamanya menunggu jadwal trayek membuat kami harus memutar otak mencari kerjaan sampingan, apalagi kalau saat giliran tiba jumlah penumpang sedikit pendapatan kami hampir tidak ada," ungkap Hasan warga Desa Juking Pajang, Kecamatan Murung saat ditemui Borneonews di lokasi, Jumat (21/4/2017).
Menurut Hasan, dengan semakin baiknya akses jalan darat sekarang secara tidak langsung pengguna armada sungai akan beralih ke jalur darat karena lebih mudah serta cepat.
"Kami menyadari armada sungai banyak kekurangan, tatapi bagi kami yang sudah berahun-tahun menekuni pekerjaan ini sangat berat untuk beralih profesi karena hampir tidak ada lagi lapangan pekerjaan yang lebih menjanjikan untuk bisa mencukupi kebutuhan sehar-hari," sebut Hasan lagi. (SUPRIADI/B-8)
Jumlah Penumpang Armada Angkutan Sungai Semakin Berkurang
Bagikan:
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Satpol PP Murung Raya akan Tertibkan Armada Sungai
Jumlah Penumpang Kapal Tiba di Sampit Mulai Meningkat
Pemkab Kapuas Belum Memilik Armada Feri Penyeberangan
Dishub Barito Utara Siapkan Puluhan Armada Angkutan Sungai
Transportasi Sungai masih Jadi Andalan Warga Tumbang Samba
Dishub Barsel Ingatkan Pemilik Transposrtasi Sungai Sediakan Pelampung
Komentar (0)
Memuat komentar…

