BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Beberapa perwakilan distributor pangan di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) saling lempar keluhan dengan PT Pelindo Kumai serta pihak Operator jasa angkut peti kemas dalam rapat kordinasi stabilitas harga kebutuhan pokok untuk memenuhi kebutuhan bulan Ramadan dan hari raya Idul Fitri yang digelar di ruang rapat bupati Kobar, Senin (29/5/2017).
Pihak distributor mengeluhkan lambatnya proses bongkar muat di pelabuhan oleh birokrasi pemerintah yakni dalam hal ini PT Pelindo Kumai. Sebaliknya, pihak Pelindo Kumai yang diwakilkan dua orang menyebut, barang yang sudah selesai bongkar mengendap di pelabuhan karena tidak diambil oleh pemiliknya, yakni distributor.
"Selama sejarah Kobar bongkar muat hingga sampai ke gudang kami selama dua hari itu sangat wah. Kami senang sekali jika bongkar muat cepat. Kami berharap barang cepat masuk sampai ke gudang. Kami buruh barang cepat karena harus ada cashflow," ujar Heri, salah satu distributor pangan, Senin (29/5/2017).
Ia menampik juga tudingan Pelindo yang menyebut angkutan pangan mereka melalui pelabuhan gelap. "Nggak pernah kami angkut melalui pelabuhan gelap. Kita Distributor terdata di pemerintah daerah," katanya.
Sementara perwakilan dari Pelindo Kumai menyebut barang milik distributor yang sudah dibongkar muat kadang sengaja ditimbun selama berhari-hari tidak diambil ke pelabuhan. Bahkan Pelindo mengaku sudah melayangkan surat imbauan agar pihk distributor tidak cuek dengan barang miliknya.
Saling lempar bola panas itu terkait dengan mahalnya beberapa komoditas bahan pokok dan bumbu dapur di pasaran sejak sepekan jelng lebaran. Hingga saat ini juga, seperti bawang putih masih mahal di kisaran harga Rp60 ribu per kilogram dari harga normalnya Rp40 ribu per kilogram.
Atas fakta di lapangan itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Barat (Kobar) kemudian mengumpulkan seluruh pihak yang terlibat dalam pengadaan barang dan jasa tersebut.
"Kalau dalam rapat seperti ini kita tidak bisa mengurai satu persatu. Kita nanti akan ada rapat khusus terutama menanggapi beberapa keluhan dari distributor kenapa harga angkutan baik petikemas hingga ke bahan pokok di Kobar ini jauh lebih mahal dibanding Banjarmasin dan Sampit," kata Bupati Kobar, Hj Nurhidayah. (CECEP HERDI/B-8)
Distributor dan Pelindo Kumai Saling Serang dalam Rakor Stabilitas Harga Kebutuhan Pokok
Bagikan:
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Bupati Kobar Segera Panggil Distributor Kebutuhan Pokok dan Elpiji
Harga Bawang Putih Masih Tinggi, Namun Harga Kebutuhan Dapur Lainnya Masih Stabil
Harga Sejumlah Kebutuhan Pokok di Sampit Meroket
Bulog Buntok Stabilkan Lonjakan Harga Kebutuhan Pokok
Rudianur: Kita tak Ingin Penaikan Harga Kebutuhan Pokok jadi Tradisi
Harga Kebutuhan Pokok di Puruk Cahu Mulai Turun
Komentar (0)
Memuat komentar…

