BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Bencana banjir kembali melanda Kecamatan Arut Utara (Aruta). Berdasarkan data terbaru dari BPBD Kobar, daerah terdampak yang paling parah yakni Desa Kerabu dan Kelurahan Pangkut.
"Total 48 unit rumah terendam, sedangkan di Kelurahan Pangkut merendam lima RT," kata Kepala BPBD Kobar, Hermon F Lion saat menyampaikan laporan di rapat koordinasi penanganan bencana banjir di Kabupaten Kobar, Selasa (30/5/2017).
Menanggapi hal itu, Wakil bupati Kobar, Ahmadi Riansyah menyebut, perlu ketegasan terkait masalah banjir ini. Salah satunya adalah pihak perusahaan yang ada di sekitar wilayah terdampak bencana banjir. "Untuk Aruta sudah kita tetapkan status tanggap darurat," ujar Ahmadi saat memimpin rapat.
Bencana banjir, lanjutnya, perlu perhatian seluruh pihak, utamanya perusahaan. Perlu solusi jangka pendek dan panjang. Jangka pendek adalah dukungan logistik, sandang, pangan dan kesehatan.
"Jangka panjang, ini penting. Salah satunya berupa pembuatan surat pernyataan terkait kesiapan perusahaan yang berada di sekitar wilayah terdampak banjir. Untuk banjir di Aruta, saya minta langsung saja bergerak dengan menyerahkan bantuan," tegasnya. (CECEP HERDI/B-8)
Perusahaan Wajib Bantu Daerah Terdampak Bencana Banjir
Bagikan:
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Warga Terdampak Banjir di Katingan Hilir Diingatkan Hati-hati Gunakan Listrik
Antisipasi Bencana Banjir, Polres Sukamara Gelar Apel Pasukan
Masyarakat Harus Berperan Aktif Minimalisasi Bencana Banjir
Satlak PB Harus Berkoordinasi dengan Polres Hadapi Bencana Banjir
200 Personel Disiagakan Hadapi Bencana Banjir
Logistik Untuk Korban Bencana Banjir Mulai Diberangkatkan
Komentar (0)
Memuat komentar…

