BORNEONEWS, Kuala Kurun - Asisten II Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Gunung Mas (Gumas) Yansiterson menjadi inspektur upacara pada ueringatan hari lahir Pancasila yang dilaksanakan di halaman Kantor Bupati Gunung Mas, Kamis (1/6/2017) pagi.
Turut hadir pada upacara peringatan hari lahir Pancasila Kapolres Gunung Mas AKBP Ardiansyah Daulay, Pabung 1016/ PLK Mayor Inf Catur Setyo Nugroho, para kepala Satuan Organisasi Perangkat Daerah (SOPD), TNI, polri, ASN dan para tokoh masyarakat di Kabupaten Gunung Mas.
Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dalam sambutan tertulis yang dibacakan Yansiterson menyatakan, kodrat bangsa Indonesia adalah keberagaman. "Takdir Tuhan untuk kita adalah keberagaman. Dari Sabang sampai Merauke adalah keberagaman. Dari Miangas sampai Rote adalah juga keberagaman," terang Presiden yang disampaikan Yansiterson.
Menurut dia, dengan Pancasila adalah harapan dan rujukan masyarakat internasional untuk membangun dunia yang damai, adil dan makmur di tengah kemajuan. "Oleh karena itu, saya mengajak peran para ulama, ustaz, pendeta, pastor, biksu, tokoh masyarakat, pendidik, pelaku seni dan budaya, pelaku media, jajaran birokrasi, TNI dan polri serta seluruh komponen masyarakat untuk menjaga Pancasila," pesannya.
Diharapkan, pemahaman dan pengamalan Pancasila dalam masyarakat, berbangsa dan bernegara harus terus ditingkatkan. Ceramah agama, materi pendidikan, fokus pemberitaan dan perdebatan di media sosial harus menjadi bagian dalam pendalaman dan pengamalan nilai-nilai Pancasila. (EPRA SENTOSA/B-2).
Asiten II Setda Gunung Mas Jadi Inspektur Upacara Hari Lahir Pancasila
Redaksi
Bagikan:
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Sekda Gunung Mas Jadi Inspektur Upacara Hari Pertama Kerja
Bupati Gunung Mas Jadi Inspektur Upacara Peringatan HUT Kemerdekaan
Bupati Ben Brahim Jadi Inspektur Upacara Hari Bhayangkara
Bupati Pulang Pisau Jadi Inspektur Upacara Hari Bhayangkara ke-71
Asisten I Setda Gunung Mas Buka Sosialisasi Program JKN-KIS
Wakil Bupati Gunung Mas: Ideologi Pancasila Tidak Bisa Ditawar Lagi
Komentar (0)
Memuat komentar…

