BORNEONEWS, Muara Teweh – Salah satu perusahaan tambang batu bara yang beroperasi di Kabupaten Barito Utara yakni PT Multi Mega Energy (MME) diklaim telah menggunakan jaan negara untuk pengangkutan hasil tambang selama tujuh tahun.
Selama tujuh tahun ini, perusahaan tersebut harusnya sudah mempunyai jalan khusus untuk operasional perusahaan. "Namun hingga saat ini perusahaan tersebut masih saja menggunakan jalan negara untuk operasionalnya," ujar Ketua Komisi III DPRD Barito Utara, H Tajeri.
Aktivitas mobil angkutan PT MME yang masih menggunakan jalan nasional dalam membawa hasil produksinya dikeluhkan oleh masyarakat. "Harusnya sesuai dengan aturan undang-undang, perusahaan membuat jalannya sendiri untuk aktivitasnya, sebab jalan yang dibuat oleh pemerintah merupakan fasilitas umum untuk masyarakat," kata H Tajeri.
Terlebih, lanjut dia, PT MME bukan perusahaan yang baru berada di wilayah Kabupaten Barito Utara. Dengan kata lain, perusahaan ini sudah lama beroperasi di Bumi Iya Mulik Bengkang Turan.
"Masyarakat pengguna jalan mengeluhkan aktivitas angkutan perusahaan yang melintasi jalan nasional ini. Kita mengharapkan bila kegiatan perusahaan di jalan nasional ini berizin, maka izinnya agar dievaluasi," ucap Tajeri seraya berkata jalan nasional yang menghubungkan Muara Teweh – Kandui ini, ditangani oleh Balai Besar wilayah VII Banjarmasin.
Politisi Parpol Gerindra ini juga menambahkan, agar pihak yang berwenang juga dapat turut membantu dalam pengawasan dan pemanfaatan jalan ini. Sebab yang bisa melakukan penindakan terhadap adanya pelanggaran dalam pemanfaatan jalan ini adalah kepolisian.
"Jadi rencananya kita ingin mengadakan pertemuan antara yudikatif, eksekutif dan legislatif untuk menentukan tindakan yang pas, terhadap pengendara yang melanggar misalnya membawa beban melebihi kapasitas yang telah ditentukan. Sebab bila angkutan dipaksakan membawa beban melebihi kapasitas daya tahan jalan, maka efeknya akan cepat membuat rusak jalan," terangnya. (RAMADHANI/B-2)
PT MME Harus Buat Jalan Khusus
Bagikan:
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Dana Alokasi Khusus untuk Kotim Dipotong?
Jhon Krisli: Dana Alokasi Khusus Tidak akan Hangus, Jika ...
Sekda Katingan: Harus Ada Anggaran Khusus Dulu yang Masuk
Politisi PDIP Ini Berharap Ada Ruang Khusus Untuk BK DPRD Palangka Raya
Jumlah Sipir di LP Khusus Narkotika Klas III Kasongan Sangat Minim
Bikin SIM Gratis Khusus yang Memiliki Nama Agus
Komentar (0)
Memuat komentar…

