BORNEO NEWS,Kuala Kapuas - Kabupaten Kapuas belum siap untuk menerapkan program sekolah sehari penuh (full day school). Pasalnya, Kabupaten Kapuas wilayahnya luas terdiri dari 17 kecamatan 214 desa. Akses menuju sekolah masih sulit terutama di daerah pinggiran. Bahkan ada yang harus lewat jalur air.
“Kita belum bisa terapkan full day school,sebab melihat dari wilayah yang cukup luas dimana ada 17 kecamatan 214 desa perlu dikaji kembali,” kata Plt Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kapuas Ilham Anwar Selasa(20/6/2017).
Ilham mengatakan, saat ini untuk efektif 6 hari sekolah saja belum maksimal termasuk Kecamatan Selat yang berada dekat pusat pemerintahan. Sehingga, jika ini dipaksakan berlaku di seluruh sekolah tentu tidak akan efektif. “Perlu di pertimbangkan kembali,untuk 6 hari kerja saja kita belum bisa menyamakan tingkat kualitas kita seperti daerah lain,” ungkap dia.
Apalagi, lanjut Ilham, jika menilik kesiapan anak-anak di Kapuas yang kadang juga terhimpit persoalan ekonomi. Jika digenjot harus 8 jam belajar setiap hari tentu faktor kejiwaan mereka juga harus dipikirkan.
“Kalau kita jalankan, tentu berakibat pada fisik anak didik, belum lagi konsumsi makan siangnya. Kalau guru tentu siap, karena ada jadwal mengajar. Kalau anak didik akan berdampak pada mereka (secara fisik maupun psikis). Sebab program ini diterapkan untuk siswa bukan untuk guru," cetus dia. (DJIMMY NAPOLEON/B-8)
Kapuas Belum Siap Full Day School
Redaksi
Bagikan:
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Full Day School di Palangka Raya, Anak-Anak Mau Lakukan Apa?
Penerapan Full Day School Perlu Penyesuaian Karakteristik Daerah
Ketua Komisi I DPRD Gunung Mas Tidak Setuju Full Day School
Hanya Ada Satu SMA di Murung Raya yang Terapkan Full Day School
Hari Pertama Full Day School di Murung Raya, Murid dan Guru Merasa Kelelahan
SMKN 2 Sampit Terapkan Full Day School
Komentar (0)
Memuat komentar…

