BORNEONEWS, Sampit - Anggota Komisi I DPRD Kotawaringin Timur, Sinar Kamala mengaku prihatin dengan kondisi banyaknya kasus peredaran narkoba yang menjerat kaum perempuan.
"Miris sekali perempuan terlibat dengan kasus narkoba, bukan saja pemakai, tapi sebagai pengedar, semestinya itu tidak terjadi,”kata Sinar Kamala, Minggu (16/7/2017).
Apapun alasannya tindakan itu adalah perbuatan melawan hukum dan berimbas kepada pidana penjara. Ia berharap masyarakat lainnya jika tidak ada pekerjaan jangan sampai lagi berani berurusan dengan barang hamar tersebut.
Dijelaskan, kondisi demikian terkadang memang dilakukan dalam keadaan terpaksa oleh kalangan kaum hawa karena faktor ekonomi yang semakin sulit.
"Namun bukan berarti dijadikan sebagai alasan pembenaran, karena banyak kita dengar alasan mereka selalu tuntutan ekonomi," katanya.
Kasus peredaran narkoba mulai dari sabu, ekstasi hingga zenith memang banyak ditekuni oleh kaum hawa saat ini menandakan bahwa ekonomi masyrakat yang kian melemah. Ditambah lagi motivasi untuk bekerja yang positif sangat rendah.
"Dari itu kami sepakat dan mendorong agar pengentasan peredaran narkoba ini harus dilakukan di semua lini, sebab kini peredaran barang haram itu tidak hanya di area perkotaan saja, tapi menyasar hingga ke pedalaman dan perkebunan besar kelapa sawit, ini jangan dibirkan jika tidak akan jadi ancaman bagi kita semua," tegasnya. (NACO/B-6)
Memprihatinkan, Perempuan Banyak Terlibat Kasus Narkoba
Bagikan:
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Peredaran Narkoba di Kotim Semakin Memprihatinkan
Kepala BNN Kota Tegaskan Tindak Tegas ASN Terlibat Narkoba
Kepala Dinas Kaget Pegawai Honorer Damkar Terlibat Narkoba
Politisi Gerindra Imbau Pegawai Pemko Jangan Terlibat Narkoba
Pegawai DPU yang Terlibat Narkoba akan Langsung Diproses Hukum
Kasus Narkoba Dominasi Penghuni Rutan Kelas IIA Palangka Raya
Komentar (0)
Memuat komentar…

