BORNEONEWS, Sampit - Riadi Junniardi, mantan bendahara pada Dinas Perhubungan Kabupaten Kotawaringin Timur akhirnya dijatuhi hukuman selama 18 bulan penjara denda Rp50 juta subsider 2 bulan kurungan penjara atas kasus korupsi yang menjeratnya.
"Vonis sudah dibacakan hakim tadi malam (19/7/2017), terdakwa dituntut satu tahun dan 6 bulan," kata JPU Kejari Kotim, Budi Sulistyo, Kamis (20/7/2017).
Sementara dalam tuntutan sidang lalu, JPU menyatakan, terdakwa terbukti bersalah, menuntut Riadi dengan pidana selama 18 bulan penjara, denda Rp50 juta subsider 3 bulan penjara.
Dalam kasus ini, Riadi harus jadi pesakitan setelah ditemukannya kerugian negara sekitar Rp107 juta dalam proyek pengadaan bahan bakar minyak (BBM) dan jasa service pada Dinas Perhubungan Kotim tahun anggaran 2015.
Kegiatan itu dilaksanakan menggunakan APBD Kotim yang digelontorkan melalui DPA Dishub. Dalam kasus ini, Riadi membuat laporan fiktif, saat ditelisik ditemukan kerugian negara.
Dalam putusan itu, pertimbangan yang meringankannya yakni ia sudah mengembalikan kerugian negera dalam kasus itu sebelum tuntutannya dibacakan oleh jaksa. (NACO/B-2)
Mantan Bendahara Dishub Kotim Divonis 18 Bulan Penjara
Bagikan:
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Mantan Kepala BPN Kotim Mangkir Lagi!
Mantan Kepala BPN Sebut tak Masalah Baginya Terkait Kasus yang Ditangani Kejari Kotim
Soal IP4T, Ini Jawaban Mantan Kepala BPN Kotim
Tiga Koruptor Drainase Bandara H Asan Sampit Terancam 6,5 Tahun Penjara
Hari ini Mantan Kepala BPN Dijadwalkan untuk Diperiksa
Jual Plasma Fiktif, Warga Ancam Laporkan Mantan Kades ke Polisi
Komentar (0)
Memuat komentar…

