BORNEONEWS, Palangka Raya - Danrem 102/Panju-Panjung Kolonel Arm M Naudi Nurdika mengakui bahwa tugas seorang jusnalis tidaklah mudah. Wartawan juga disebutnya memiliki tugas dan tanggung jawab yang beresiko besar.
"Ternyata jadi seorang wartawan tidak gampang. Cari berita sulit. Apalagi diperintahkan mencari berita yang berbahaya. Dalam kondisi apapun siap. Kapanpun mendapat perintah harus segera dilaksanakan. Sama seperti TNI," kata Danrem dalam kegiatan silaturahim antara Korem dengan insan pers, Selasa (8/8/2017).
"Kedua, resiko wartawan itu tinggi. Punya tanggung jawab besar.
Untuk mendapatkan berita, juga menghadapi banyak tantangan," imbuh perwira lulusan Akmil 1991 ini.
Orang nomor satu di lingkungan TNI di Kalteng yang baru lulus S2 Unham 2017 dengan IKP 3,8 itu menuturkan, peran media juga sangat besar dalam menunjang keberhasilan roda pemerintahan.
Mulai dari sisi positif dalam memperkokoh ketahanan negara, melestarikan ideologi pancasila, menjaga stabilitas politik, mempublikasikan pembangunan ekonomi dan lain-lain.
"Informasi yang diberikan sangat luar biasa. Selain itu semua, peran media juga ikut menjadi sarana kontrol sosial, menguatkan budaya lokal dan mendukung pertahanan maupun keamanan," tutur bapak dua anak tersebut. (BUDI YULIANTO/B-2)
Danrem 102/Pjg: Ternyata Jadi Wartawan Tidak Gampang
Bagikan:
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Danrem 102 Panju Panjung Canangkan TMMK
Danrem: TNI–Polri, Jangan Pernah Ada yang Memisahkan Kita
Danrem 102 Panju Panjung Hadiri Panen Padi Perdana di Tahai Jaya
Danrem 102/Pjg Sebut Peran Media Sangat Besar
Pesan Kapolda dan Danrem; Perkuat Persatuan dan Hindari SARA
Danrem 102/Pjg: Kalian Harus Bangga Jadi Pasukan Raiders
Komentar (0)
Memuat komentar…

