BORNEONEWS, Sampit - Ketua DPRD Kotawaringin Timur , Jhon Krisli menyebutkan salah satu penyebab cepatnya kerusakan jalan di Kotim karena angkutan melebihi kapasitas jalan. Seperti halnya di kawasan Bundaran Balanga Kilometer 3,5 Jalan Jenderal Sudirman Sampit
Ke depannya, menurut Jhon, jalan bundaran harus dibuat dengan sistem rigid beton. Dibanding dengan jalan umumnya bundaran akan sangat cepat rusak, maka dari itu harus diprogramkan pembangunannya secara permanen.
"Arus deras investasi di Kotim memang tidak bisa dihindari lagi. Salah satu imbasnya adalah kerusakan jalan semakin cepat," kata Jhon Krisli, Selasa (29/8/2017).
Jalan rusak itu memang salah satu dampak perkembangan investasi, dari itu sekarang apakah investasi ini punya timbal balik untuk daerah atau tidak itu yang harus jadi perhatian. DPRD pun berharap agar hadirnya invetasi itu semangatnya sama yakni untuk memajukan daerah dan tidak hanya berorientasi pada keuntungan semata.
Peningkatan kendaraan berbobot besar di Kotim sangat tinggi itu dibuktikan dengan aktivitas jalan lintas nasional tidak pernah sepi dari kendaraan dalam kurun waktu 1x24 jam.
Namun yang disayangkan, banyak kendaraan yang bobotnya melebihi kemampuan jalan melintas tanpa adanya pengawasan. Dampak yang sangat dirasakan cepatnya kerusakan jalan. (NACO/B-11)
Angkutan Lebihi Kapasitas Penyebab Jalan Cepat Rusak
Bagikan:
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
PBS di Kotim Diminta Ikut Perbaiki Jalan Rusak
Sudah Tiga Kali Ganti Pimpinan, Jalan Masuk Rumah Sakit Masih Rusak
Punding: Kendaraan yang Melintasi Jembatan Sungai Konjoi Jangan Membawa Muatan Lebihi Kapasitas
Jhon Krisli: Saya Sudah Punya Perahu Untuk Maju Pilkada di Palangka Raya
Fraksi PPP Pertanyakan Kerusakan Jalan Kandui - Montallat yang Baru Diperbaiki
Miris, Para Petani di Palingkau Bangun Jalan dengan Biaya Sendiri
Komentar (0)
Memuat komentar…

