BORNEONEWS, Palangka Raya - Pelaksana tugas Sektretaris Daerah Kalimantan Tengah (Plt Sekda Kalteng) Mugeni menegaskan, masalah tata batas daerah belum klir, terutama antarkabupaten di provinsi ini. Belum lagi ditambah dengan tata batas Kalteng dengan provinsi lain.
"Masih ada beberapa belum clear dan dalam upaya penyelesaian, juga belum klir di sejumlah perbatasan tetangga," kata Mugeni seusai menjadi inspektur upacara dalam rangka Hari Agraria Nasional dan Hari Ulang Tahun Undang-Undang Pokok Agraria ( HUT UUPA) ke 57 di halaman kantor BPN Kalteng, Senin (25/9/2017).
Ia mengungkapkan, salah satu persoalan tata batas yang cukup pelik adalah antara Kabupaten Barito Timur (Bartim) dan Kabupaten Barito Selatan (Barsel). Disana, kata Mugeni, ada konflik kepentingan yang membuat alot perundingan penyelesaian, yaitu keberadaan sumber daya alam (SDA) di bawah perut bumi.
Selain itu, soal perbatasan lintas provinsi, Kalteng masih juga dihadapkan persoalan pelik tata batas dengan Kalimantan Timur (Kaltim). Di sana, ada konflik kepentingan khususnya penerimaan pajak dan retribusi karena berdiri perusahaan tambang Barinto Ekatama (BEK) di Nenangin, Barito Utara.
"Untuk Kabupaten Seruyan dan Kotawaringin Barat, sudah ada kesepakatan. Yang lain masih belum tuntas. Barsel dan Bartim masih alot kita masih terus upayakan segera klir," cetusnya. (ROZIQIN/B-2)
Tata Batas Antar Daerah di Kalteng Belum Klir
Bagikan:
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Daerah di Kalteng Tidak Ada yang Aman dari Narkoba
Gubernur Kalteng Minta Pemerintah Daerah Selaraskan Progam dengan RPJMD Provinsi
Gubernur Kalteng Usul Pusat Revisi UU tentang Perimbangan Keuangan Pusat dan Daerah
Inspektorat Kalteng Sebut Tiga Daerah di Barito Ada Masalah soal Keuangan
Staf Ahli Kepala Daerah Se-Kalteng Berkumpul di Lamandau, Ada Apa?
Dewan Riset Daerah Kalteng Gelar Paripurna
Komentar (0)
Memuat komentar…

