BORNEONEWS, Sampit - Pemulangan PSK di Kabupaten Kotawaringin Timur harus tuntas dilakukan bulan ini. DPRD Kotim sudah menyetujui anggaran sekitar Rp 700 juta untuk proses pemulangan PSK ke daerah asalnya.
"Dana yang dianggarkan di APBD untuk biaya pemulangan, sosialisasi, verifikasi dan pengamanan. Sedangkan untuk pesangon PSK dari APBN," kata anggota Komisi III DPRD Kotim, Dadang H Syamsu, Kamis (12/10/2017).
Asdapun, sumber pembiayaan untuk penutupan lokalisasi itu ada dua, yakni dari APBD Perubahan Kabupaten dan APBN. Dana dari pemerintah pusat itu nantinya untuk pembiayaan dana ekonomi produktif bagi PSK. Yang akan diberikan di wilayah asal masing-masing, sesuai tempat tujuan pemulangan.
Dadang mengatakan, PSK itu akan dibekali tidak hanya keterampilan. Setiap PSK juga mendapat uang sebagai modal. Satu orang akan diberikan uang Rp 5 - 7 juta.
Rinciannya, Rp3 juta untuk usaha ekonomi produktif, Rp1,8 juta untuk jaminan hidup dan Rp250 ribu untuk transportasi saat mereka dipulangkan ke tempat asal dari kompleks lokalisasi.
Berdasarkan data terakhir tercatat ada 275 PSK yang tersebar pada tiga lokalisasi di Kotim. Jumlah PSK terbanyak terdapat di lokalisasi Pasir Putih Jalan Jenderal Sudirman Km 12 Sampit sebanyak 190 orang, lalu 62 PSK di Parenggean, dan 23 orang di Desa Tangar. (NACO/B-11)
DPRD Kotim Setujui Rp 700 Juta untuk Pemulangan PSK
Bagikan:
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Hari Ini Tiga Lokalisasi di Kotim Resmi Ditutup
Deklarasi Pemulangan Pekerja Seks Tiga Lokalisasi di Kotim 5 Desember
PSK Sungai Pakit Diangkut Satpol PP, 11 Diantaranya Eksodus dari Pal 12 Kotim
11 PSK Eksodus Pal 12 Sampit Mengaku Belum Menerima Dana Alih Profesi
Pemerintah Antisipasi PSK Kembali Buka Prostitusi Terselubung
Ada 133 Pekerja Seks Akan Dipulangkan dan Dibantu Rp5,5 Juta per Orang
Komentar (0)
Memuat komentar…

