BORNEONEWS, Palangka Raya- Dinas perpustakaan dan arsip Provinsi Kalimantan Tengah (Kaleng) menjalin kerjasama dengan Coca-Cola Foundation Indonesia (CCFI). Programnya adalah pengembangan perpustakaan dalam bentuk pemberdayaan masyarakat.
Pola kerja sama ini juga didanai oleh Bill dan Melinda Gates Foundation. Mereka bekerja bersama untuk melaksanakan program pengembangan perpustakaan sebagai pusat belajar masyarakat berbasis informasi teknologi dan komunikasi (program Perpuseru).
Program yang digadang meningkatkan pemberdayaan masyarakat ini ternyata telah berlangsung sejak November 2011. Lalu dimana saja daerah di Kalteng yang mendapat kucuran program ini?
"Perlu kami informasikan di Provinsi Kalteng terdapat empat perpustakaan daerah yang bermitra dengan CCFI, yaitu Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Kapuas dan Kabupaten Barito Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat, dan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Barito Utara," kata Plt Sekretaris Daerah (Sekda) Kalteng, Mugeni.
Mugeni pun mengundang sejumlah stakeholder untuk rapat koordinasi (Rakor) dalam rangka sinergitas pengembangan perpustakaan berkelanjutan yang diselenggarakan Kamis (26/10/2017) di Aula Bappedalitbang Kalteng. "Sinergi lintas sektor SOPD dan pihak-pihak lain seperti swasta, komunitas, dan masyarakat sipil sangat dibutuhkan untuk mengembangkan perpustakaan yang berkelanjutan upaya yang relevan dengan misi pembangunan daerah khususnya pembangunan sumber daya manusia," sebut Mugeni. (ROZIQIN/B-2)
Wah… Perpusatakaan dan Arsip Mendapat Kucuran Dana dari CCFI untuk Program Pusat Belajar!
Bagikan:
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Mendes PDTT Beberkan Hasil Pembangunan Dari Kucuran Dana Desa
Katingan Dapat Kucuran Rp1,118 Triliun Dana Transfer dan DD 2018
Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap BPN Kapuas Mendapat Dukungan Positif
7 Delegasi Negara Nepal Belajar di Katingan Dalami Program Generasi Sehat dan Cerdas
Industri Pengolahan Pisang Untuk Program KIID Pusat
Dana Insentif Program Biodiesel Januari-Oktober Capai Rp5,7 Triliun
Komentar (0)
Memuat komentar…

