BORNEONEWS, Kuala Kapuas – Warga Desa Buhut Jaya, Kabupaten Kapuas krisis air bersih. Anggota DPRD Kapuas Berinto menyayangkan kondisi itu, karena di sekitar desa itu ada perusahaan pertambangan.
Menurutnya, perusahaan tersebut kurang peka terhadap kebutuhan masyarakat sekitar. "Perusahaan harus punya tanggung jawab moral terhadap masyarakat di sekitar pertambangan," ungkap anggota DPRD Kapuas Berinto, Selasa (7/11/2017).
Anehnya, perusahaan tersebut mampu membangun taman senilai Rp7 miliar yang dihibahkan ke Pemkab Kapuas. Taman Askari dibangun dengan menggunakan dana CSR. "Berdasarkan hasil reses daerah pemilihan IV, kami mendapat laporan dari warga saat ini mereka sangat membutuhkan air bersih," imbuhnya.
Ia menilai, semestinya perusahaan memanfaatkan dana CSR agar bisa dinikmati warga. "Jangan sampai yang dibangun itu bisa dinikmati dipandang indah, tetapi warga sekitar perusahaan krisis air bersih," pungkasnya. (DJIMMY NAPOLEOON/B-2)
Warga Buhut Jaya Krisis Air Bersih
Redaksi
Bagikan:
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Akhirnya, PDAM Tirta Arut Memiliki Genset
PDAM Palangka Raya Sediakan Air Minum Gratis di MIS Islamiyah
Polsek Jaya Karya Serahkan Bantuan Kepada Warga Miskin
Tim Saber Pungli Undang Kepala Desa, Kepala BPD, dan Kepala Sekolah di Sematu Jaya
Bakal Jadi Cawabup, Riko Purwanto Berpamitan dengan Aparat Pemerintahan dan Masyarakat Sematu Jaya
Pulang Dari KPU, Hendra-Riko Gelar Syukuran di Sematu Jaya
Komentar (0)
Memuat komentar…

