BORNEONEWS, Sampit - Anggota Fraksi Partai Golkar DPRD Kotawaringin Timur, Supriadi MT menilai penanganan fasilitas publik yang masih terendam banjir belum ada perubahan dalam beberapa tahun terakhir.
Salah satu yang disorotinya seperti RSUD dr Murjani Sampit. Setiap terjadi hujan dengan intensitas tinggi dari biasa maka akan terendam. Ini adalah persoalan sejak dulu dan belum mampu diselesaikan.
"Padahal kita sudah sering mengingatkan fasilitas umum seperti itu harus diprioritaskan penanganannya. Agar tidak terendam saat musim hujan,” kata Supriadi, Selasa (7/11/2017).
Dia menilai, selama ini langkah penanganan banjir dalam Kota Sampit itu masih belum membuahkan hasil. Meskipun setiap hari petugas dari dinas PUPR dan disperkim turun langsung ke lapangan.
"Perlu formulasi yang tepat dan cepat untuk menyelesaikannya. Normalisasi drainase memang hal yang wajib dilakukan. Namun jika normalisasi tanpa ada penyelesaikan di kawasan lain di sepanjang kota, maka akan percuma," ucapnya.
Penanganan banjir dalam Kota Sampit ini perlu perhatian serius. Pemkab dalam kebijakann anggarannya tidak hanya berkutat untuk pembangunan program skala besar.
"Sedangkan ketika musim hujan tiba Kota Sampit sudah terendam, ini yang harus diselesaikan secepatnya. Karena ini sudah menjadi masalah lama, malu kita ada pasien dari luar melihat kondisi seperti itu," pungkasnya.(NACO/B-11)
RSUD Kebanjiran, Supriadi MT: Persoalan Lama yang Tak Tertangani
Bagikan:
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Dewan Pengawas Jangan Dibentuk Jika tak Ada Perubahan Kinerja di RSUD Murjani
RSUD dr Murjani Sampit Harus Berbenah
Kritikan untuk RSUD dr Murjani Sampit Harus Jadi Masukan
RSUD Lamandau Pastikan Tak Ada Pasien Penderita Difteri di Lamandau
Dinas PUPR Gelar Rapat Persiapan Peresmian RSUD Muara Teweh
RSUD Muara Teweh Kini Berstandard Internasional
Komentar (0)
Memuat komentar…

