BORNEONEWS, Palangka Raya – Banyak kalangan mengira ketika berbicara hutan maka hasilnya adalah kayu. Kepala Dinas Kehutanan (Dishut) Kalteng Sri Suwanto menjelaskan, pandangan ini harus diubah seiring banyaknya program bidang kehutanan termasuk perhutanan sosial.
Ia menekankan kepada 18 kesatuan pengelolaan hutan (KPH) yang ada di Kalteng, agar meningkatkan kinerjanya sehingga wilayahnya betul-betul produktif dan nyata menghasilkan.
“Karena ruhnya sebetulnya di kehutanan ini yang ditingkat KPH ini. Mungkin selama ini orang menilai hasil kehutanan adalah kayu. Padahal tidak. Disitu banyak hasil lain selain kayu. Bisa rotan, jasa lingkungan, wisata, dan lainnya,” kata Sri Suwanto, Rabu (29/11/2017).
Ia mengungkapkan, bahkan dengan progress perhutanan sosial saat ini, KPH lebih leluasa mengelola bersama masyarakat. Antara lain bisa melaksukan pengembangan tanam padi, jagung, tebu atau peternakan, dan sebagainya.
“Jangan dipandang kayak dulu, yang katakanlah semut masuk saja tidak boleh. Tetpi sekarang begitu terbuka, akses dengan masyarakat untuk sama-sama kelola, sehingga mengefek kepada kesejahteraan masyarakat setempat sesuai peraturan yang dibuat Kementerian,” ulasnya. (ROZIQIN/B-5)
Kadishut: Jangan Menilai Kehutanan Sebatas Kayu
Bagikan:
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Dinas Kehutanan Kerahkan Kayu Bulat untuk Jembatan Darurat
Ini Harapan Kepala UPT-KPHP Katingan Hulu Saat Sosialisasi Pengembangan Kelembagaan
UPT-KPHP Katingan Hulu Gelar Sosialisasi Kelembagaan
Budidaya Bambu Sumber Penghasilan Bagi Masyarakat
UPT KPHP Barito Tengah Gelar Sosialisasi Pengembangan Kelembagaan
Direktur KPHP Siap Bantu KPH di Kalteng yang Produktif
Komentar (0)
Memuat komentar…

