BORNEONEWS, Sampit - Dua tersangka kasus dugaan korupsi dana desa yakni Selwinoto dan Lilis Suryani belum bersedia mengembalikan kerugian negara dalam kasus itu. Meskipun, mereka telah ditahan.
"Kalau Selwinoto masih beranggapan kalau uang yang ia gunakan tidak semua sebagaimana kerugian negara," kata Kepala Kejari Kotim, Wahyudi melalui Kasi Pidsus Kejari Kotim, Hendriansyah, Jumat (15/12/2017).
Sementara Lilis, belum diketahui apakah bersedia mengembalikan atau tidak, karena yang bersangkutan baru saja ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan. "Jadi Lilis belum tahu, namun kita tunggu saja," tegasnya.
Selwinoto mantan Pj Desa Tumbang Bajanei, Kecamatan Telaga Antang tersandung kasus korupsi penggunaan alokasi dana desa (ADD) dan dana desa (DD) pada 2016 lalu yang mengakibatkan negara mengalami kerugian sekitar Rp1,1 miliar.
Sementara Lilis diduga melakukan tindak pidana korupsi di Desa Tumbang Maya. Ia diduga mengorupsi ADD dan DD pada 2013 dan program simpanan keluarga sejahtera (PSKS) yang mengakibatkan negara mengalami kerugian sekitar Rp359 juta.
Kini kedua tersangka dititipkan di Lapas Klas IIB Sampit, Selwinoto resmi diahan pada Jumat (1/12/2017) lalu sementara Lilis ditahan pada Senin (11/12/2017) oleh penyidik tipikor Palangka Raya. (NACO/B-2)
Tersangka Tipikor Belum Bersedia Mengembalikan Kerugian Negara
Bagikan:
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Penyidik akan Kembali Periksa Saksi dan Tersangka Kasus Dana Desa Tumbang Bajanei
Kerugian Negara Dalam Kasus Dana Desa Tumbang Bajanei Capai Rp1,1 Miliar
Tersangka Tipikor Dana Desa Minta Jaksa Seret Bendaharanya
Perkara Tipikor Dana Desa Tumbang Maya Dilimpahkan, Tersangka Kooperatif
Tersangka Korupsi Dana Desa Tumbang Maya Bantah Semua Kerugian akibat Ulahnya
PT Kantor Pos Indonesia Dinilai Beri Peluang Kades Tumbang Maya Untuk Korupsi
Komentar (0)
Memuat komentar…

