BORNEONEWS, Palangka Raya - Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Kalteng Kombes Pol Ignatius Agung Prasetyoko mengatakan, enam dari 42 warga yang diciduk hasil dari operasi premanisme menjelang Natal dan tahun baru 2018 diproses pidana.
Yakni, terkait kasus minuman keras, pengedar obat daftar G jenis zenith dan membawa senjata tajam jenis parang. Untuk miras dan zenith akan diproses lebih lanjut di Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) sedangkan kasus sajam di Ditreskrimum.
"Ada enam yang dipidana. Yang sajam dan miras kita amankan di hari sebelumnya, dan pengedar zenith tadi malam (Jumat)," kata Agung kepada Borneonews, Sabtu (23/12/2017).
Dia menuturkan, khusus untuk pengedar zenith, pihaknya mengamankan beberapa keping obat terlarang, berikut uang tunai sebesar Rp 940 ribu dan tiga unit handphone.
"Modusnya adalah mereka bertransaksi langsung dengan pembeli setelah berinteraksi menggunakan handphone," tuturnya.
Ia menambahkan, dari 42 warga yang diamankan itu, ada di antaranya masih berstatus pelajar mulai dari tingkat SMP hingga SMA. Keterlibatannya terkait dengan pesta minuman keras.
"Namun mereka sudah kita kembalikan ke orang tuanya masing-masing," tutur Agung sembari menambahkan mereka yang diamankan juga sempat berupaya melarikan diri. (BUDI YULIANTO/B-8)
Hasil Operasi Premanisme, Enam Orang Dipidana
Bagikan:
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Jual Hasil Kejahatan di Medsos, Penadah dan Pencuri Terciduk, Satu Orang Ditembak
Penerbangan Bandara H Asan Sampit Lumpuh Sejak 23 September, Kapan Normal?
Pendaftaran Calon Ketua PWI Kobar Periode 2026–2029 Resmi Dibuka
Kapolda Kalteng Salurkan Bantuan Untuk Relawan Karhutla dan Warga Terdampak di Kotim
Pohon Tumbang Tutup Jalan Lintas Provinsi di Telang HST
Kebakaran Melanda Berangas Barat Batola, Api Sempat Membesar di Permukiman Padat
Komentar (0)
Memuat komentar…






