BORNEONEWS, Sampit - Petugas baik itu dari Polri maupun TNI, melakukan sistem buka tutup arus di jalur alternatif kawasan di jembatan ambuk di Km 105, Jalan Jenderal Sudirman, penghubung Sampit-Pangkalan Bun, Sabtu (30/12/2017).
Dandim 1015/Sampit Letkol Inf I Gede Putra Yasa mengatakanan, saat ini tindakan dari pemerintah mencarikan jalan alternatif sepanjang 5 kilometer dengan melakukan sistem buka tutup arus. Namun demikian tidak semua kendaraan bisa melintas.
"Untuk jenis kendaraan seperti fuso tidak bisa melintas di jalur alternatif tersebut," kata perwira menengah itu.
Alternatif kedua, pengemudi bisa masuk jalan lintas dari arah Sampit, Kabupaten Kotim, Km 98, belok kanan lewat jalur perkebunan kelapa sawit. Jalur tersebut tembus sampai Km 105, begitu juga sebaliknya pengumudi dari arah Pangkalan Bun, Kabupaten Kobar.
Atas kejadian tersebut, kerugian yang dialami mencapai puluhan miliar rupiah. Bahkan akibatnya sampai saat ini warga dari Sampit yang akan menuju Kobar, Sukamara, Lamandau, hingga Kalimantan Barat tidak bisa melintas karena putus total.
Untuk panjang jembatan Sungai Rungau yang mengalami longsor sekitar 12 meter dengan kedalaman dari permukaan jalan sekitar 2 meter. (NACO/B-3)
Petugas Lakukan Sistem Buka Tutup di Jalur Alternatif
Bagikan:
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Jembatan Ambruk, Jalur Sampit-Pangkalan Bun Tidak Bisa Dilalui
Tempuh 10 Km, Lewat Jalur Sawit Hindari Jalur Putus Penghubung Sampit-Pangkalan Bun
Ini Jalur Alternatif saat Resepsi Pernikahan Gubernur Kalteng di Bundaran Besar
Kodim 1015/Sampit Terjunkan Personel ke Lokasi Jembatan Ambruk
Penanganan Jembatan Ambruk Libatkan Tim Dari Kementerian PUPR
Jembatan Ambles Putuskan Ruas Sampit-Pangkalan Bun, Ini Kata Gubernur Kalteng
Komentar (0)
Memuat komentar…

