Polisi Geledah Kediaman Ibu Rumah Tangga Pembawa Sabu
Aparat Satuan Reserse Narkoba Polres Palangka Raya menggeledah kediaman HS (34), ibu rumah tangga (IRT) pembawa sabu ke Lapas, di Jalan Rindang Banua, Kelurahan Pahandut, Kecamatan Pahandut.
Aparat Satuan Reserse Narkoba Polres Palangka Raya menggeledah kediaman HS (34), ibu rumah tangga (IRT) pembawa sabu ke Lapas, di Jalan Rindang Banua, Kelurahan Pahandut, Kecamatan Pahandut.
Petugas Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II A Palangka Raya berhasil menggagalkan upaya ibu rumah tangga (IRT) yang hendak menyelundupkan narkoba, Senin (2/4/2018).
Pihak Happy Puppy menjelaskan soal terjadinya insiden perkelahian di tempat hiburan tersebut.
Sabu itu disimpan dj celana dalam yang dilapis dua. Persisnya di antara lapisan pertama dan dua.
Memerangi narkoba menjadi atensi dalam keterbatasan fasilitas di lembaga pemsyarakatan atau rumah tahanan.
HS ketahuan membawa sabu seberat 0,25 gram setelah dilakukan penggeledahan badan oleh petugas perempuan. Sabu tersebut disimpan di bagian celana dalam yang dilapis dua.
Sebelumnya, pengedar maupun pengguna obat terlarang ini hanya dijerat dengan UU No 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan/ Kini, sudah bisa dijerat UU Narkotika.
HS, warga Jalan Rindang Banua, Kelurahan Pahandut, Kecamatan Pahandut, Palangka Raya, ini berupaya menyelundupkan satu paket sabu seberat 0,25 gram ke dalam Rutan.
Barang bukti narkoba ditemukan di bagian celana yang dilapisi dua
Olah TKP ini untuk mengetahui motif kasus pengeroyokan pada Sabtu (31/3/2018)
Tim gabungan di Kota Palangka Raya melakukan pengecekan penjualan kaleng ikan makarel dibeberapa swalayan
BPOM juga sudah melakukan pengecekan peredaran kaleng ikan makarel di Kotawaringin Timur
Pengecakan kaleng ikan makarel ini dilakukan di Swalayan Sendys Palangka Raya
Warga yang keracunan langsung dilarikan ke RSUD Doris Sylvanus Palangka Raya
Sesosok bayi ditemukan tewas mengapung di Sungai Kahayan, Minggu (1/4/2018) sekitar pukul 11.00 WIB. Saat ditemukan, tubuhnya dalam kondisi tertelungkup.
Polisi terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap penemuan mayat bayi ini
Dugaan ini setelah tim medis melakukan pemeriksaan terhadap kondisi jenazah bayi
Jangan sampai peserta berusaha menghubungi panitia, sponsor atau koneksi maupun pejabat. Karena langsung didiskualifikasi.
Saat dievakuasi, bayi tersebut ternyata masih terdapat tali pusar lengkap beserta ari-arinya. Polisi kemudian membawa ke ruang Kamboja, RSUD dr Doris Sylvanus Palangka Raya.
Saat dievakuasi, ternyata bayi tersebut masih terdapat tali pusat beserta ari-arinya dengan jenis kelamin laki-laki.