Karena Virus Corona, Puluhan Miliar Proyek DAK Fisik untuk Lamandau Dibatalkan
Pembatalan proyek yang didanai DAK hanya berlaku untuk proyek fisik, tapi tidak untuk DAK bidang kesehatan dan bidang pendidikan
Pembatalan proyek yang didanai DAK hanya berlaku untuk proyek fisik, tapi tidak untuk DAK bidang kesehatan dan bidang pendidikan
Selain jumlah ODP yang mengalami penambahan juga adalah jumlah warga dengan status orang dalam resiko (ODR) Covid-19. Jika sebelumnya berjumlah 400 orang dan kini menjadi 449 orang
Gubernur Kalimantan Tengah, Sugianto Sabran beserta anggota DPR RI,?Agustiar Sabran melakukan kunjungan singkat ke Kabupaten Lamandau, Senin 6 April 2020.
Sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19, sejumlah tempat wisata di Kabupaten Lamandau dimibta untuk tutup sementara.
Hingga Minggu 5 April 2020, tercatat ada 48 warga kabupaten Lamandau berstatus Orang Dalam Pemantauan (ODP) Covid-19. 48 orang tersebut tersebar di 6 kecamatan.
Di tengah sulitnya Alat Pelindung Diri (APD) standar medis, Badan Layanan Umum Daerah Rumah Sakit Umum Daerah (BLUD-RSUD) Lamandau melakukan berbagai cara memenuhi kebutuhan medisnya.
Baru ada 6 penginapan di Nanga Bulik yang telah didatangi dan sosialisasi untuk penginapan lainnya dipastikan terus berlanjut du hari berikutnya
Pemerintah kabupaten Lamandau menggelar rapid test virus corona khusus bagi warga yang berstatus Orang Dalam Pemantauan (ODP) Covid-19. Rapid test yang telah dimulai pada Jumat, 3 April 2020 itu akan kembali? dilanjutkan Senin 6 April 2020 besok.
? Masyarakat Kabupaten Lamandau diminta untuk meningkatkan upaya pencegahan penyebaran Covid-19. Pencegahan hendaklah dilakukan setiap saat tanpa harus menunggu adanya kasus.
Jumlah masyarakat kabupaten Lamandau dengan kategori Orang Dengan Pemantauan (ODP) Virus Corona atau Covid-19 terus bertambah. Hingga Sabtu 4 April 2020 jumlah ODP mencapai 49 orang. Adapun masyarakat dengan kategiri Orang Dengan Risiko (ODR) jumlahnya tembus di angka 400 orang.
Bupati Lamandau H Hendra Lesmana mengaku masih banyak masyarakatnya yang belum sadar tentang bahaya covid-19 sehingga cenderung mengabaikan imbauan pencegahannya.
Pimpinan Daerah (PD) Dewan Masjid Indonesia (DMI) Lamandau mengimbau pengurus masjid turut aktif dalam melakukan upaya pencegahan penyebaran virus corona atau Covid-19. Salah satunya dengan menggulung karpet masjid yang selama terpasang dan menjadi alas salat.
Bupati Lamandau, Hendra Lesmana berpesan kepada warga untuk tidak mengucilkan setiap Orang Dengan Pemantauan (ODP) Covid-19. Seperti diketahui, hingga Jumat 3 April 2020, terdapat 47 ODP Covid-19 di Lamandau dengan riwayat yang berbeda-beda.
Pemerintah Kabupaten Lamandau berencana melakukan operasi pasar, guna mencegah melambungnya harga berbagai kebutuhan pokok.
Bupati Lamandau H Hendra Lesmana meminta masyarakat Lamandau meningkatkan kewaspadaan dalam pencegahan penyebaran Covid-19 seiring dengan ditetapkannya Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) sebagai zona merah.
Pemerintah Kabupaten Lamandau saat ini sedang melakukan rapid test Covid-19 khusus warga dengan status Orang Dalam Pemantauan (ODP) berjumlah 47 orang. Hal itu sudah dimulai sejak Jumat 3 April 2020 dan diharapkan dapat selesai secepatnya, mengingat minimnya Alat Pelindung Diri? (ADP) tenaga medis saat ini.
Pemkab Lamandau melakukan rapid test Corona atau Covid-19 bagi warga yang berstatus sebagai Orang Dalam Pemantauan (ODP), Jumat 3 April 2020.
Dua warga Kabupaten Lamandau yang ikut berangkat pada kegiatan Jemaah Tabligh di Gowa, Sulawesi Selatan pada Maret lalu sejak beberapa waktu lalu berstatus sebagai Orang Dalam Pemantauan (OPD) Covid-19.
Bupati maupun Plt Kadinkes masuk dalam kategori orang dengan resiko tinggi, karena aktivitasnya dalam upaya pencegahan Covid-19
Bupati Lamandau Hendra Lesmana yang juga Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 kabupaten setempat mengatakan, dua warga yang ikut berangkat pada kegiatan Jemaah Tabligh di Gowa, Sulawesi Selatan Maret lalu dan saat ini telah berada di Lamandau, kini berstatus sebagai Orang Dalam Pemantauan (OPD).