Pendidikan Kalteng Didorong Maju Tanpa Lepas Akar Budaya
Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah berkomitmen mendorong kemajuan pendidikan tanpa melupakan akar budaya lokal.
Koresponden
Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah berkomitmen mendorong kemajuan pendidikan tanpa melupakan akar budaya lokal.
Gubernur Kalimantan Tengah H. Agustiar Sabran menekankan pentingnya pendidikan yang tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan pelestarian budaya.
Novelyn Clearesta, siswi SMA Negeri 1 Kuala Kurun, mengaku fasilitas ini sangat membantu dalam kegiatan belajar di kelas.
Gelaran Huma Betang Night menampilkan pertunjukan seni budaya dengan sentuhan etnik modern yang memukau pengunjung.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus mengupayakan kesetaraan pendidikan di seluruh wilayah, termasuk pedalaman.
Pertunjukan seni yang memukau serta kehadiran UMKM menjadikan Huma Betang Night sebagai ruang publik yang positif dan inspiratif.
Gubernur Kalimantan Tengah H. Agustiar Sabran mengajak seluruh unsur pemerintah dan tokoh adat untuk mempererat sinergi dalam membangun daerah.
Dinas Pendidikan Kalimantan Tengah mengakui adanya tantangan dalam pelaksanaan program Kamis Berbahasa Daerah, terutama dari sisi tenaga pengajar yang berasal dari luar daerah.
Menurut Reza, semangat siswa dalam memanfaatkan fasilitas modern seperti TV interaktif menjadi bukti nyata perkembangan yang terjadi.
Gubernur menyebut seni dan budaya merupakan pilar penting dalam membangun masyarakat yang kuat secara identitas dan karakter.
Wakil Gubernur Kalteng H. Edy Pratowo mengimbau masyarakat agar menjaga dan memanfaatkan kawasan Bundaran Besar untuk kegiatan positif.
Penggunaan TV interaktif sangat membantu dalam memahami materi pelajaran dan membuat proses belajar menjadi lebih menarik.
Gubernur Kalimantan Tengah H. Agustiar Sabran menyapa masyarakat dalam acara Huma Betang Night yang berlangsung di Bundaran Besar Palangka Raya.
Agustiar menilai peran tokoh adat dan agama sangat penting dalam menjaga kearifan lokal dan ketertiban sosial masyarakat.
Agustiar Sabran menilai, pembangunan tidak boleh menyisakan masyarakat yang tertinggal akibat kendala ekonomi.
Setiap kabupaten/kota akan mendapatkan alokasi anggaran Rp125 miliar hingga Rp150 miliar per tahun untuk pendidikan, kesehatan, dan lainnya, di luar dana desa yang berkisar Rp250 juta sampai Rp500 juta per desa.
Pembangunan infrastruktur menjadi salah satu fokus utama kunjungan kerja Gubernur Kalteng H. Agustiar Sabran ke Gunung Mas, Sabtu, 21 Juni 2025.
Gubernur Kalimantan Tengah H. Agustiar Sabran menegaskan komitmen kuat terhadap pemerataan akses pendidikan dalam kunjungan kerja ke Gunung Mas, Sabtu, 21 Juni 2025.
Gubernur Kalimantan Tengah H. Agustiar Sabran menegaskan komitmennya sebagai pemimpin bagi seluruh masyarakat tanpa membeda-bedakan suku dan agama dalam sambutan pada upacara Hari Jadi ke-23 Kabupaten Gunung Mas.
Dalam peringatan Hari Jadi ke-23 Kabupaten Gunung Mas, Gubernur Kalimantan Tengah H. Agustiar Sabran memperkenalkan program Kartu Huma Betang sebagai program perlindungan sosial untuk masyarakat tidak mampu.