Polres Sukamara Gelar Mellenial Road Safety Festival
Polres Sukamara menggelar Mellenial Road Safety Festival, Minggu (10/2/2019). Kegiatan ini dipusatkan di Lapangan Mini atau halaman Masjid Agung Sukamara ikuti ribuan masyarakat.
Polres Sukamara menggelar Mellenial Road Safety Festival, Minggu (10/2/2019). Kegiatan ini dipusatkan di Lapangan Mini atau halaman Masjid Agung Sukamara ikuti ribuan masyarakat.
"Masyarakat itu, kalau mau maju, berkembang ekonominya, harus rajin membaca di perpustakaan," ujar Aji Nugraha.
Untuk meningkatkan mental atlet, maka maka perlu dibina dengan lebih sering bertanding ke luar daerah. Kesiapan mental sangat berpengaruh untuk meraih prestasi.
Menurut Aji, dengan anggaran yang besar, tentunya tidak masalah bagi pemerintah desa untuk menanggarkan buku perpustakaan. Apalagi, bukv penting untuk meningkatkan pengetahuan warganya.
"Sudah 85 persen desa memiliki bangunan perpustakaan sendiri, tidak lagi meminjam," kata Aji Nugraha, Sabtu (9/2/2019).
"Untuk wilayah Sukamara, pengunjung masih didominasi pelajar. Tetapi di perpustakaan desa, kalangan masyarakat umum juga ramai berkunjung," terang Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sukamara, Aji Nugraha.
Pameran Sejuta Buku Sukamara 2019 bertujuan agar masyarakat bisa lebih dekat dengan perpustakaan
Jangan sampai masyarakat luar berfikir dengan nama Sukamarb bahwa orang asli wilayah yang berjuluk Kota Permata tersebut suka marah-marah
Pemaran sejuta buku merupakan salah satu Gerakan Masyarakat Suka Perpustakaan (Gema Super), sehingga diharapkan masyarakat lebih sering berkunjung keperpustakaan
Kuota yang didapat Sukamara setiap tahunnya tidak lebih dari 30 orang, dan jumlah tertinggi yang pernah berangkat hanya 29 orang.
Anwar berharap, nasib buku tidak terjadi seperti tabloid, majalah yang kini terus berkurang akibat tergerusnya perkembangan teknologi.
Anwar menuturkan, program sejuta buku untuk Indonesia itu bertujuan memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh masyarakat hingga pelosok, untuk memiliki buku-buku bacaan menarik.
Harapannya, Pameran Sejuta Buku Sukamara berjalan dengan lancar hingga 17 Februari mendatang.
Kesuksesan pameran ini juga perlu kehadiran masyarakat untuk mencari buku atau paling tidak melihat-lihat.
Bupatib berharap masyarakat bisa membiasakan diri untuk membaca buku sehingga upaya peningkatan kecerdasan masyarakat bisa berdampak dalam percepatan pembangunan Kabupaten Sukamara.
Ini bermula sang ayah yang menegur anaknya yang berusia 19 tahun untuk tidak setiap hari menghirup lem dan pertamax.
Dengan membaca seseorang dapat memperoleh banyak manfaat, seperti peningkatkan konsentrasi dan daya ingat, terbangunnya kepercayaan diri, berkembangnya kreativitas diri.
Pameran buku akan dilaksanakan selama 10 hari, yakni dari 8 Januari hingga 17 Januari 2019.
Jumlah penduduk muslim di Kabupaten Sukamara memang mencapai 80%, namun jumlah penduduknya masih lebih sedikit jika dibanding dengan wilayah lainnya yang jumlah muslimnya hanya mencapai 60%.
Melihat jumlah daftar tunggu dengan kuota yang diterima setiap tahunnya, diperkirakan akan memakan waktu sekitar 21 tahun lamanya hingga seluruh pendaftar sebanyak 715 orang tersebut selesai diberangkatkan haji.