Mewariskan Kemandirian Berkelanjutan Menanam Harapan Melalui Beasiswa Utusan Daerah
BORNEONEWS, Buntok - Pendidikan tidak hanya jalan utama untuk meraih gelar akademik, namun juga sebagai investasi jangka panjang dalam membangun kemandirian masyarakat.
Prinsip inilah yang tercermin dalam program CSR PT Adaro Indonesia yakni Beasiswa Utusan Daerah (BUD). Program ini membuka kesempatan bagi putra-putri daerah dalam mengenyam pendidikan tinggi sekaligus mempersiapkan mereka menjadi sumber daya manusia (SDM) unggul bagi pembangunan daerah.
Bagi Kabupaten Barito Selatan, program BUD CSR dari PT Adaro Indonesia ini menjadi salah satu upaya membuka akses pendidikan tinggi bagi generasi muda. Program ini mulai berjalan pada 2015 dan terus melahirkan mahasiswa serta alumni yang diharapkan mampu membawa perubahan bagi masyarakat.
CSR Section Head PT Adaro Indonesia, Aan Nurhadi, menyebutkan bahwa penerima BUD asal Barsel telah menempuh pendidikan di sejumlah perguruan tinggi, terutama Institut Pertanian Bogor (IPB University) dan Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta (UPN Veteran Yogyakarta).
Berdasarkan data yang disampaikan, terdapat 13 alumni BUD asal Barito Selatan dari IPB University. Selain itu, 9 mahasiswa masih aktif menempuh pendidikan di IPB University dan tiga mahasiswa lainnya aktif di UPN Veteran Yogyakarta.
Ia menyebutkan latar belakang dan tujuan utama program beasiswa ini untuk membuka akses pendidikan tinggi bagi putra-putri daerah agar memiliki kompetensi, meningkatkan kesejahteraan, dan mampu membangun daerahnya.
Sementara, lanjut dia, untuk mekanisme seleksi penerima beasiswa berdasarkan persyaratan dan kriteria program, dengan mempertimbangkan domisili, potensi akademik, motivasi, serta komitmen calon penerima untuk menyelesaikan pendidikan.
“Yang kita atau Adaro tanggung dalam program beasiswa disesuaikan dengan ketentuan program, termasuk komponen pembiayaan pendidikan dan kebutuhan pendukung yang ditetapkan perusahaan,” beber dia.
Peran beasiswa dalam program CSR perusahaan, jelas dia, mereka merupakan investasi sosial jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan mendukung pembangunan masyarakat di daerah.
Putra-putri daerah menjadi bagian penting dalam pengembangan sumber daya manusia. Penerima ditetapkan sesuai kriteria dan ketentuan resmi program beasiswa.
Ia menyampaikan untuk keberlanjutan diwujudkan melalui pendidikan, pengembangan kompetensi, dan pembentukan karakter agar penerima beasiswa mampu mandiri serta berkontribusi kepada masyarakat setelah lulus.
Program disesuaikan dengan kebutuhan daerah diharapkan menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi sesuai perkembangan dunia kerja dan mampu mendukung kebutuhan pembangunan daerah.
Kemudian, sambung dia, koordinasi dan kolaborasi dengan pemerintah dan lembaga terkait sangat penting untuk mendukung pelaksanaan program, pemantauan perkembangan mahasiswa, serta evaluasi manfaat beasiswa.
“Kita dalam mengukur keberhasilan program bisa dilihat dari penyelesaian studi, kompetensi, dan kontribusi alumni. Di Barito Selatan, sejak program dimulai pada 2015, tercatat 13 alumni IPB yang sudah berkarier sebagai ASN di wilayah Barito Selatan, BUMN, Perusahaan Swasta, dan selain itu di Perbankan Daerah . Sedangkan untuk 9 mahasiswa aktif IPB, dan 3 mahasiswa aktif UPN,” beber dia.
Ia menegaskan pihak perusahaan berkomitmen dalam jangka panjang dengan terus mendukung pengembangan sumber daya manusia agar lahir generasi lokal yang mandiri, kompeten, berdaya saing, dan mampu mewariskan manfaat bagi generasi berikutnya.
Sementara mewakili Pemkab Barsel, Kepala DPMD, Akmad Akmal Husen, menyambut positif keberadaan program Beasiswa Utusan Daerah.
Menurutnya, program tersebut memberikan kesempatan kepada putra-putri daerah untuk menempuh pendidikan tinggi dengan lebih baik. Harapannya, setelah menyelesaikan pendidikan, mereka dapat kembali ke Barito Selatan dan mengimplementasikan ilmu yang diperoleh untuk mendukung pembangunan daerah.
“Dengan adanya program ini, mereka nanti bisa kuliah dengan baik dan kembali ke Barsel untuk mengembangkan atau mengimplementasikan ilmu yang didapat. Ini sangat bermanfaat untuk Kabupaten Barsel,” kata Ahmad Akmal Husen saat sosialisasi dan audensi program BUD dengan IPB beberapa waktu lalu.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa pendidikan tinggi memiliki hubungan erat dengan pembangunan daerah. Ketika anak-anak daerah mendapatkan kesempatan belajar di perguruan tinggi, mereka tidak hanya memperoleh peluang untuk meningkatkan taraf hidup pribadi, tetapi juga berpotensi menjadi bagian dari solusi atas berbagai tantangan pembangunan.
Kehadiran lulusan perguruan tinggi dengan kompetensi yang sesuai kebutuhan daerah dapat memperkuat kualitas pelayanan publik, pengembangan ekonomi lokal, pemberdayaan masyarakat desa, hingga pengelolaan potensi sumber daya alam secara berkelanjutan.
“Namun, agar manfaat tersebut benar-benar terwujud, diperlukan hubungan yang berkelanjutan antara dunia pendidikan, pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat,” ucap Akmal.
Ia menjelaskan program beasiswa yang berkelanjutan membutuhkan mekanisme seleksi yang memastikan calon penerima memiliki kesiapan akademik dan mampu menjalani pendidikan hingga selesai.
Bahwa, lanjut dia, calon penerima BUD harus melalui proses seleksi yang dilaksanakan oleh pemerintah daerah maupun IPB University.
Dengan adanya seleksi dari kedua pihak, proses penjaringan calon mahasiswa diharapkan dapat berjalan sesuai persyaratan yang ditetapkan, sekaligus memastikan kesiapan mereka untuk mengikuti pendidikan tinggi.
“Seleksi menjadi tahapan penting untuk menjaga kualitas penerima beasiswa. Sebab, kesempatan kuliah yang diberikan perlu diimbangi dengan kesungguhan belajar, disiplin, tanggung jawab, dan komitmen untuk menyelesaikan pendidikan,” tegas dia.
Di sisi lain, juga program beasiswa daerah idealnya terus memperhatikan pemerataan kesempatan, terutama bagi putra-putri daerah yang memiliki potensi akademik tetapi menghadapi keterbatasan akses terhadap pendidikan tinggi.
Dengan demikian, beasiswa tidak hanya menjadi sarana melahirkan lulusan berprestasi, tetapi juga instrumen untuk memperluas kesempatan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia secara lebih merata.
Optimisme terhadap keberlanjutan program Beasiswa Utusan Daerah juga disampaikan Ketua Tim Beasiswa Utusan Daerah IPB University, Ibnu Qayyim.
Ia menilai prestasi mahasiswa asal Barito Selatan selama ini sangat baik. Penilaian tersebut menjadi alasan penting untuk mendorong lahirnya generasi penerima beasiswa berikutnya dari daerah tersebut.
“Oleh sebab itu, saya ekstra datang ke Buntok dengan harapan ada regenerasi berikutnya. Ya, karena nilai mereka bagus, tidak punya catatan wanprestasi, tidak ada yang di-drop out, intinya sangat bagus,” ungkapnya.
Apresiasi tersebut menunjukkan bahwa capaian akademik dan keberhasilan mahasiswa menyelesaikan pendidikan merupakan modal penting bagi keberlanjutan program.
Rekam jejak yang positif juga dapat meningkatkan kepercayaan terhadap kemampuan putra-putri Barito Selatan untuk bersaing di lingkungan pendidikan tinggi.
Pada saat yang sama, prestasi para penerima beasiswa menjadi dorongan bagi generasi berikutnya agar berani melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Regenerasi menjadi penting karena pembangunan sumber daya manusia bukan pekerjaan yang selesai dalam satu atau dua tahun.
Daerah membutuhkan proses panjang untuk menyiapkan generasi yang memiliki pengetahuan, keterampilan, integritas, dan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan.
Karena itu, keberhasilan penerima beasiswa hari ini diharapkan dapat membuka jalan bagi calon penerima berikutnya, sehingga manfaat program tidak berhenti pada satu angkatan. (URIUTU)









