BORNEONEWS, Sampit - Jarak pandang atau visibility di Bandara H Asan Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), mulai membaik setelah hujan mengguyur wilayah tersebut selama dua hari terakhir. Kondisi ini memungkinkan pesawat komersial beroperasi.

"Setelah hujan dua hari terakhir, sekarang visibility posisinya 3 kilometer. Karena di Seranau itu masih ada asap, jadi mengganggu visibility," kata Kepala BMKG Stasiun Meteorologi H Asan Kotim Mulyono Leo Nardo, Kamis, 29 Oktober 2026.

Ia menjelaskan, jarak pandang sekitar 3 kilometer masih memungkinkan pesawat komersial melakukan penerbangan. Namun, kondisi tersebut belum memenuhi kebutuhan operasional helikopter water bombing untuk kegiatan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Menurut Mulyono, helikopter yang membawa bucket atau wadah air untuk pemadaman membutuhkan jarak pandang minimal 4,5 kilometer. Persyaratan tersebut berkaitan dengan keselamatan saat membawa beban dan bermanuver di udara, terutama untuk menghindari rumah, menara, bangunan, maupun pepohonan.

"Kalau helikopter itu minimal 4,5 kilometer baru bisa terbang. Karena dia membawa bucket, jadi harus hati-hati. Kalau pesawat, 3 kilometer itu sudah bisa terbang," ujarnya.

Mulyono menambahkan, jarak pandang menjadi salah satu faktor penting saat pesawat melakukan pendaratan. Sementara itu, setelah pesawat berada di darat, kondisi operasional juga dipengaruhi faktor lain, seperti suhu udara dan tekanan udara yang berkaitan dengan daya angkat pesawat.

Ia berharap kebakaran di wilayah seberang Sungai Mentaya, khususnya Seranau, segera tertangani sehingga asap tidak lagi mengganggu jarak pandang di Bandara H Asan Sampit.

"Mudah-mudahan karhutlanya sudah selesai, yang di seberang tertangani, jadi visibility kita tidak terganggu lagi. Karena dari Seranau itu asapnya ke Bandara H Asan Sampit," tandasnya.

Meski jarak pandang mulai membaik, penerbangan komersial di Bandara H Asan Sampit belum beroperasi pada Kamis, 29 Oktober 2026. Kepala Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) H Asan Sampit Abdul Haris mengatakan pihaknya masih menunggu perkembangan jadwal penerbangan dari maskapai.

"Saat ini belum (belum ada penerbangan)," ujar Haris saat dikonfirmasi.

Sebagai informasi, penerbangan di Bandara H Asan Sampit lumpuh sejak 23 September 2026 karena jarak pandang rendah akibat kabut asap karhutla. (DEWI PATMALASARI/H)