BORNEONEWS, Palangka Raya - Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah, Linae Victoria Aden mengingatkan pentingnya penguatan koordinasi lintas sektor dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kalimantan Tengah.
Koordinasi tersebut melibatkan pemerintah pusat dan daerah, TNI-Polri, perangkat teknis, dunia usaha, serta masyarakat agar penanganan karhutla dapat menghasilkan langkah tindak lanjut yang konkret dan tepat sasaran.
Hal tersebut disampaikan Linae dalam pengantar Rapat Koordinasi Pemantauan Penanganan Karhutla yang berlangsung di Aula Serba Guna (Aserna), Rumah Jabatan Gubernur Kalimantan Tengah.
"Kolaborasi berbagai pihak diperlukan agar langkah tindak lanjut penanganan karhutla dapat disesuaikan dengan kebutuhan yang ditemukan di lapangan," sebut Linae dalam keterangannya seperti dikutip borneonews pada Jumat, 30 Oktober 2026.
Sementara itu, Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran dalam arahannya menegaskan pentingnya memperkuat koordinasi dan langkah nyata melalui evaluasi penanganan, penguatan sinergi lintas sektor, serta pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak.
Gubernur menilai karakteristik wilayah Kalimantan Tengah yang luas dengan kawasan gambut yang kompleks membutuhkan pendekatan penanganan secara menyeluruh dan berkelanjutan.
Upaya pemadaman karhutla perlu berjalan beriringan dengan pencegahan, pengawasan, penegakan aturan, serta evaluasi pemanfaatan lahan agar risiko kebakaran dapat ditekan.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah berharap koordinasi lintas sektor tersebut menghasilkan langkah tindak lanjut yang konkret dan tepat sasaran sekaligus menjadi bahan evaluasi dalam memperkuat pencegahan karhutla pada tahun-tahun mendatang. (HERMAWAN DP/y)









