BORNEONEWS, Palangka Raya - Kabupaten Kotawaringin Timur mencatat luas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tertinggi di Kalimantan Tengah sepanjang 2026. Berdasarkan data Posko Penanganan Darurat Bencana (PDB) Karhutla Kalteng hingga 29 Oktober 2026, total luas lahan yang terbakar di wilayah tersebut mencapai 3.493,91 hektare.

Luasan tersebut meningkat sekitar 48 kali lipat dibandingkan 2025 yang tercatat 72,81 hektare. Sementara pada 2024, luas karhutla di Kotawaringin Timur hanya mencapai 45,01 hektare.

Posisi kedua ditempati Kabupaten Pulang Pisau dengan luas karhutla mencapai 3.155,97 hektare. Angka tersebut meningkat sekitar 39 kali lipat dibandingkan 2025 yang tercatat 80,79 hektare, sedangkan pada 2024 mencapai 176,17 hektare.

Kabupaten Kotawaringin Barat menempati urutan ketiga dengan luas terbakar 2.646,97 hektare, disusul Kapuas sebesar 2.275,91 hektare dan Seruyan mencapai 2.131,98 hektare.

Sementara itu, Kabupaten Barito Selatan mencatat luas karhutla 1.458,99 hektare, Kota Palangka Raya 1.342,20 hektare, serta Barito Timur mencapai 1.257,87 hektare.

"Penanganan karhutla melibatkan (sekitar) 16.478 personel dari berbagai unsur, termasuk BPBD, TNI-Polri, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api, relawan, dan elemen masyarakat lainnya," ujar Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Kalteng Ahmad Toyib dalam keterangannya pada Jumat, 30 Oktober 2026.

Secara keseluruhan, luas karhutla di Kalimantan Tengah sepanjang 1 Januari hingga 29 Oktober 2026 mencapai 20.732,69 hektare, dengan jumlah kejadian sebanyak 7.233 dan 371.709 hotspot.

Angka tersebut jauh melampaui luas karhutla yang tercatat dalam grafik perbandingan pada 2025 sebesar 1.332,87 hektare dan 2024 sebesar 1.051,50 hektare. Namun, grafik tidak menjelaskan apakah data kedua tahun sebelumnya merupakan akumulasi setahun penuh atau periode yang sama.

Berdasarkan perbandingan tersebut, luas karhutla Kalimantan Tengah pada 2026 mencapai sekitar 15,6 kali lipat angka 2025 dan 19,7 kali lipat angka 2024. (HERMAWAN DP/y)