BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Sebanyak 12 anggota Bawah Kendali Operasi (BKO) Polres Sukamara yang hendak bertugas membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP) mengalami insiden saat perjalanan menggunakan kelotok wisata di perairan Teluk Kumai, Sabtu, 31 Oktober 2026.
Beruntung, seluruh anggota kepolisian yang berada di dalam kelotok tersebut berhasil selamat.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian yang berlangsung sekitar pukul 13.30 WIB tersebut.
Kasat Polair Polres Sukamara AKP Muhammad Sakir mengatakan, berdasarkan informasi yang diterimanya, rombongan tersebut sedang dalam perjalanan menuju TNTP untuk menggantikan personel Polres Sukamara yang sebelumnya bertugas membantu pemadaman karhutla.
"Alhamdulillah semua anggota sekitar 12 orang semuanya selamat," jelas Muhammad Sakir.
Ia menyebutkan, lokasi kejadian masih berada di perairan Teluk Kumai dan belum sampai ke Sungai Sekonyer, jalur yang biasa dilalui menuju kawasan TNTP.
Setelah kejadian, seluruh anggota sementara dievakuasi dan ditampung di Markas Unit (Marnit) Polair Kumai untuk beristirahat.
Menurut Sakir, berdasarkan rencana yang disampaikan Kapolres Kotawaringin Barat, rombongan tersebut akan kembali diberangkatkan menuju TNTP pada Senin, 2 November 2026.
Dengan demikian, keberangkatan personel BKO Polres Sukamara untuk melanjutkan tugas membantu penanganan karhutla di kawasan TNTP dijadwalkan kembali setelah mereka mendapatkan waktu istirahat. (WAHYU KRIDA/)









