BORNEONEWS, Tamiang Layang – Sebanyak 44 guru tingkat TK, SD dan SMP di Kabupaten Barito Timur mengikuti seleksi substansi bakal calon kepala sekolah (BCKS) untuk memperebutkan 22 kursi pelatihan kepemimpinan dan manajerial.

Seleksi yang digelar Dinas Pendidikan Barito Timur di Tamiang Layang, Kamis, 5 November 2026, menjadi tahapan penting untuk menjaring calon pemimpin satuan pendidikan yang memiliki kompetensi dan kesiapan memimpin sekolah.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Barito Timur, Bunyamin, mengatakan seluruh peserta yang mengikuti seleksi substansi telah dinyatakan lolos seleksi administrasi.

"Peserta yang mengikuti seleksi substansi adalah mereka yang telah lolos pada seleksi administrasi," ujarnya.

Bunyamin menjelaskan, seleksi substansi bertujuan mengukur kesiapan para guru dalam mengemban tanggung jawab sebagai kepala sekolah. Pemerintah daerah ingin memastikan calon kepala sekolah memiliki kemampuan yang memadai untuk mengelola satuan pendidikan dan meningkatkan mutu pembelajaran.

"Materi seleksi substansi bakal calon kepala sekolah fokus pada uji kompetensi kepemimpinan dan manajerial untuk menilai kesiapan dalam memimpin satuan pendidikan," katanya.

Ia menyebutkan, materi seleksi mencakup kompetensi manajerial, supervisi, kewirausahaan, kepribadian dan sosial serta studi kasus kepemimpinan. Seluruh aspek tersebut menjadi dasar untuk menilai kemampuan peserta dalam menjalankan tugas sebagai kepala sekolah.

Pada kompetensi manajerial, peserta diuji kemampuannya dalam menyusun perencanaan sekolah, mengelola keuangan dan sarana prasarana serta mengorganisasi sumber daya pendidikan.

Sementara itu, kompetensi supervisi menitikberatkan pada kemampuan peserta dalam merencanakan, melaksanakan dan menindaklanjuti supervisi akademik untuk meningkatkan kualitas pembelajaran guru.

Seleksi juga mengukur kemampuan peserta dalam mengembangkan inovasi, memiliki motivasi kuat serta mencari solusi kreatif bagi kemajuan sekolah. Aspek kepribadian dan sosial turut menjadi perhatian melalui pengujian integritas, etika kerja, kemampuan berkomunikasi serta membangun kolaborasi dengan warga sekolah dan masyarakat.

Selain itu, peserta menghadapi studi kasus kepemimpinan yang menuntut kemampuan menganalisis persoalan konkret di lingkungan sekolah, seperti konflik internal, penurunan prestasi dan penerapan kurikulum.

Melalui pengujian tersebut, peserta diharapkan mampu mengambil keputusan secara tepat dan bertanggung jawab ketika menghadapi berbagai persoalan dalam pengelolaan sekolah.

Dari 44 peserta yang mengikuti seleksi substansi, Dinas Pendidikan Barito Timur menargetkan 22 orang lolos ke tahap berikutnya, yakni pelatihan BCKS.

Bunyamin menyampaikan hasil seleksi akan diumumkan dalam sepuluh hari ke depan. Peserta yang dinyatakan lolos selanjutnya mengikuti pelatihan BCKS yang dijadwalkan mulai 28 November 2026.

Ia berharap peserta yang berhasil lolos seleksi dapat mengikuti seluruh tahapan hingga selesai dan tidak mengundurkan diri sebelum mengikuti pelatihan.

Menurutnya, pemerintah daerah telah mengalokasikan anggaran melalui APBD Perubahan 2026 untuk mendukung pelaksanaan seleksi dan tahapan pengembangan kompetensi bakal calon kepala sekolah.

"Jangan sampai sudah lolos seleksi tapi tidak mengikuti diklat-nya (pelatihan) karena sama saja tidak lolos seleksi," tegas Bunyamin.

Pada pembukaan seleksi substansi tersebut, Dinas Pendidikan Barito Timur bersama Balai Guru dan Tenaga Kependidikan Provinsi Kalimantan Tengah juga menandatangani kontrak kerja sama pelatihan bakal calon kepala sekolah tahun 2026.

Kerja sama tersebut menjadi bagian dari upaya mempersiapkan calon kepala sekolah yang memiliki kapasitas kepemimpinan, kompetensi manajerial dan kemampuan mendorong peningkatan mutu pendidikan di Barito Timur. (AGUSTINUS BOLE MALO)