BORNEONEWS, Kabupaten Kupang, NTT - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengapresiasi kreativitas guru dalam menerapkan metode pembelajaran yang menyenangkan untuk meningkatkan minat belajar dan kepercayaan diri siswa di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) Kemendikdasmen Hafidz Muksin di Kabupaten Kupang, Kamis, mengatakan semangat dan kreativitas guru menjadi faktor penting dalam menciptakan suasana belajar yang menyenangkan serta mendorong kepercayaan diri anak sejak dini.

"Saya sangat mengapresiasi semangat para guru. Kita tidak mungkin menerapkan pola atau cara pendidikan yang sama kepada semua orang karena setiap daerah memiliki tantangan berbeda. Praktik baik di sini dapat menjadi pengalaman untuk mengembangkan metode pembelajaran sesuai kondisi masing-masing wilayah," katanya.

Hafidz secara khusus mengapresiasi Fony Sanam, guru kelas I UPTD SD Inpres Oebola, Kecamatan Fatuleu, yang telah mengikuti pelatihan dan pendampingan guru melalui kolaborasi INOVASI dan Yayasan Literasi Anak Indonesia (YLAI) dalam meningkatkan kualitas pembelajaran literasi dasar.

Melalui pelatihan tersebut, Fony bersama sejumlah guru di Kabupaten Kupang menerapkan metode pembelajaran kreatif yang disesuaikan dengan kebutuhan siswa, khususnya dalam mengenalkan huruf, suku kata, dan kemampuan membaca sejak kelas awal.

"Tadi di kelas, anak-anak saling memberikan contoh saat membaca abjad. Ada yang menunjukkan kemampuannya, sementara yang lain mengikuti. Mereka belajar dengan rasa percaya diri dan semangat kebersamaan," kata Hafidz.

Ia mengatakan proses pembelajaran juga perlu menghadirkan suasana sekolah yang aman, nyaman, dan menggembirakan agar anak-anak memiliki keinginan untuk datang ke sekolah dan mengikuti pelajaran.

"Jangan sampai anak-anak pergi ke sekolah dengan perasaan takut karena menganggap sekolah sebagai tempat yang menakutkan. Sebaliknya, mereka harus merasa bahagia dan ingin segera bangun tidur, mengenakan seragam, lalu berangkat ke sekolah karena ingin belajar," ujarnya.

Hafidz menyebutkan terdapat tiga aspek penting dalam membangun lingkungan pendidikan yang baik, yakni semangat guru dan siswa, kepercayaan diri anak, serta suasana sekolah yang nyaman dan menyenangkan.

Ia juga mengapresiasi keterlibatan kepala sekolah, guru, dan komite sekolah dalam membangun semangat kebersamaan untuk mewujudkan pendidikan dasar yang bermutu bagi seluruh anak.

Sementara itu Wakil Bupati (Wabup) Kupang Aurum Obe Titu Eki mengatakan praktik pembelajaran yang diterapkan di UPTD SD Inpres Oebola dapat menjadi contoh bagi sekolah lain, terutama yang berada di wilayah pedalaman Kabupaten Kupang.

"Meskipun berada di wilayah yang cukup jauh dari pusat kota, sekolah ini menunjukkan bahwa ada titik terang bagi peningkatan literasi di Kabupaten Kupang," katanya.

Menurut dia, pendidikan harus menjadi prioritas pembangunan daerah karena kemajuan suatu wilayah sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia yang dibentuk melalui proses pendidikan.

Aurum mengatakan Pemkab Kupang berkomitmen mendorong penerapan praktik baik tersebut di sekolah-sekolah lain melalui kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk mitra pembangunan INOVASI.

"Kami berharap ke depan kita dapat terus bekerja sama untuk menyebarkan praktik baik ini kepada sekolah-sekolah lainnya, terutama yang berada di wilayah pedalaman Kabupaten Kupang," ujarnya.

Ia juga mendorong penguatan budaya membaca sejak pendidikan anak usia dini (PAUD) agar kemampuan literasi anak berkembang secara bertahap.

"Literasi itu bukan sekadar membaca, tetapi memahami apa yang dibaca. Karena itu, anak-anak perlu diberikan kesempatan untuk menceritakan kembali apa yang mereka pahami dari buku yang dibaca," katanya.

SUMBER: ANTARA