BORNEONEWS, Kuala Kapuas – Hujan deras disertai angin kencang dan sambaran petir mengguyur wilayah Kuala Kapuas, Kabupaten Kapuas, pada Kamis malam, 5 November 2026. Hujan berlangsung cukup lama dengan intensitas yang terbilang tinggi.
Sejumlah warga menyambut hujan tersebut dengan harapan dapat mengurangi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kembali terjadi di sejumlah kawasan. Salah satunya Hamdi, warga Jalan Anggrek, yang mengaku hujan kali ini berlangsung lebih lama dibandingkan sebelumnya.
"Baru kali ini hujan yang lama dan deras, semoga benar-benar bisa meredakan kebakaran lahan," ucap Hamdi.
Sebelumnya, pada Kamis siang, kebakaran lahan terpantau di beberapa titik di Kuala Kapuas dan wilayah Kecamatan Basarang. Hujan deras yang turun pada malam hari diharapkan dapat membantu membasahi lahan kering sekaligus mengurangi potensi munculnya titik api baru.
Berdasarkan prediksi BMKG, Kabupaten Kapuas telah memasuki masa peralihan musim dari kemarau yang berlangsung cukup panjang. Meski demikian, kondisi cuaca pada masa peralihan masih berpotensi berubah, termasuk hujan yang disertai angin kencang dan petir.
Di balik harapan meredanya karhutla, cuaca ekstrem malam itu juga dilaporkan menimbulkan dampak di sejumlah lokasi. Sebuah pohon dilaporkan tumbang di Jalan Anggrek, sementara properti milik warga di Jalan Tjilik Riwut juga dilaporkan terjatuh akibat angin kencang.
Kondisi tersebut menjadi perhatian warga, terutama pengguna jalan yang masih beraktivitas saat hujan turun. Pohon tumbang maupun benda yang terlepas akibat terpaan angin berpotensi membahayakan pengendara dan pejalan kaki.
Relawan mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan selama kondisi cuaca buruk masih berlangsung, terutama ketika berkendara di tengah hujan deras dan petir.
"Warga Kapuas agar waspada dalam perjalanan karena saat ini hujan deras disertai petir dan angin kencang," demikian imbauan relawan. (SABRIANOOR/H)









