BORNEONEWS, Kuala Kapuas – Hujan dengan intensitas bervariasi mengguyur wilayah Kuala Kapuas dan sekitarnya, Sabtu siang, 31 Oktober 2026. Turunnya hujan membawa kelegaan bagi warga setelah wilayah tersebut cukup lama dilanda kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama musim kemarau.
Sejumlah ruas jalan utama di Kuala Kapuas, seperti Jalan Ahmad Yani, Tambun Bungai, dan Mahakam, tampak basah setelah diguyur hujan. Sebelumnya, cuaca sempat mendung sebelum akhirnya hujan turun di sejumlah kawasan.
Hujan bahkan dilaporkan turun cukup deras di wilayah Anjir Mambulau, Kecamatan Kapuas Timur. Intensitas hujan yang berbeda-beda menunjukkan guyuran air tidak hanya terjadi di pusat Kota Kuala Kapuas, tetapi juga menjangkau wilayah sekitarnya.
Turunnya hujan disambut gembira masyarakat yang selama beberapa waktu terakhir harus menghadapi kabut asap. Kondisi tersebut menyertai maraknya karhutla yang terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Kapuas.
"Alhamdulillah, turun lagi hujan, Kuala Kapuas," ucap seorang warga menyambut turunnya hujan.
Hujan pada Sabtu ini juga menjadi guyuran kedua setelah beberapa hari sebelumnya Kuala Kapuas sempat diguyur hujan, menyusul periode panjang cuaca kering. Meski belum menjadi penanda berakhirnya musim kemarau, kondisi ini memberikan harapan bagi masyarakat yang terdampak kabut asap.
Sebelumnya, Prakirawan BMKG Palangka Raya, Neng Arini, telah menyampaikan bahwa wilayah Kapuas masih berpotensi mengalami hujan dalam sepekan ke depan seiring berlangsungnya masa peralihan musim.
"Sekarang masuk peralihan musim, untuk Kapuas masih berpotensi hujan lagi sepekan ke depan," ungkap Neng Arini beberapa waktu lalu.
Potensi hujan tersebut diharapkan dapat membantu mengurangi kondisi kering di sejumlah wilayah yang rawan karhutla. Namun, masyarakat tetap perlu mencermati perkembangan cuaca karena hujan yang turun belum serta-merta memastikan seluruh titik kebakaran dan lahan terdampak kembali basah. (SABRIANOOR/H)









