BORNEONEWS, Palangka Raya – Produksi padi di Kalimantan Tengah menunjukkan perkembangan positif pada triwulan III 2026. Badan Pusat Statistik atau BPS Kalteng mencatat produksi padi meningkat 11,17 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kepala BPS Kalteng Toto Haryanto Silitonga mengatakan, peningkatan tersebut menjadi salah satu catatan positif dari perkembangan aktivitas produksi sektor pertanian di daerah.

"Produksi padi kita meningkat 11,17 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya atau secara year on year," ujarnya saat menyampaikan Berita Resmi Statistik terkait Perekonomian Kalteng Triwulan III tahun 2026 pada Kamis, 5 November 2026.

Peningkatan produksi padi tersebut menjadi gambaran positif bagi sektor pertanian Kalteng di tengah dinamika sejumlah sektor ekonomi lainnya.

Pasalnya, pada periode yang sama beberapa komoditas justru mengalami tekanan, terutama produksi batu bara yang turun hingga 50,08 persen.

"Selain pertanian, sektor perkebunan juga mencatat perkembangan positif. Produksi kelapa sawit meningkat 1,45 persen, sedangkan produksi crude palm oil (CPO) dan turunannya tumbuh 5,24 persen," katanya lagi.

Menurut Toto, perkembangan berbagai sektor tersebut menunjukkan aktivitas ekonomi Kalteng tidak bergerak secara seragam.

Ada sektor yang mengalami pertumbuhan cukup baik, tetapi terdapat pula sektor yang menghadapi tekanan.

Peningkatan produksi padi menjadi salah satu indikator positif dari aktivitas ekonomi Kalteng pada triwulan III 2026.(TESTI PRISCILLA/H)